Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Sabtu, 16 Zulhijjah 1440 / 17 Agustus 2019

Kisah Haman yang Ditenggelamkan Bersama Firaun

Sabtu 20 Jul 2019 04:04 WIB

Red: Agung Sasongko

Laut Merah

Laut Merah

Foto: wikipedia
Haman, pelayan atau pembesar Firaun di Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sosoknya cukup terkenal di kalangan umat Islam. Allah bahkan menyebut namanya sebanyak enam kali di dalam Alquran, yakni pada surah al-Qashash ayat 6, 8, dan 38, lalu di surah al-Anka but ayat 39, serta surah al-Mu'min ayat 24 dan 36.

Dia adalah Haman, pelayan atau pembesar Firaun di Mesir. Seperti diketahui, Firaun merupakan seorang raja yang kafir yang zalim. Dalam kerajaan Firaun, Haman menempati beberapa jabatan penting, seperti menteri, penasihat, sekaligus pelaksana proyek pembangunan menara. Pada surah al-Qashash ayat 38, Allah berfirman, "Dan, katakan Firaun: Hai pembesar kaumku, aku tidak tahu tuhan bagimu selain aku.

Maka bakarlah, hai Haman, untukku tanah liat, mulai buatkanlah untukku bangunan yang lebih tinggi, aku bisa naik lihat Tuhan Musa. Dan, coba, aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta."

Dari ayat tersebut diceritakan, Haman diperintah oleh Firaun untuk membuat menara atau bangunan tinggi supaya bisa melihat Allah yang disebutnya sebagai Tuhan Musa. Tanpa keraguan, Haman pun langsung mematuhinya.

Pembangunan menara tersebut melibatkan 50 ribu lebih pekerja. Beberapa ahli tafsir menjelaskan, setelah selesai dibangun, Firaun me nembakkan panah dari Puncak mena ra demi mengalahkan Tuhan Musa. Selanjutnya, ia mengatakan kepada Musa kalau Tuhannya sudah mati terkena panahnya. Firaun bahkan menunjukkan anak panah yang telah berlumuran darah. Konon, Firaun sengaja mencelupkan anak panah itu ke dalam darah.

Tidak hanya membantu membangun menara, Haman pun terus menasihati Firaun agar menolak misi keagamaan Nabi Musa AS. Ia bahkan meyakinkan Firaun kalau rajanya tersebut merupakan satu-satunya tuhan di dunia.

Mendapat dukungan dan pengakuan Haman, Firaun semakin mem babi buta. Dia lalu mengumumkan, setiap orang yang tidak menyembahnya akan mendapat hukuman mati. Demi menjaga eksistensi Firaun sebagai tuhan, Haman kembali meng usulkan ke Firaun agar menodai wanita dan membunuh pria yang mengikuti ajaran Musa. Secara otomatis, Bani Israil pun merasa terteror.

Semakin hari, Bani Israil tidak kuat menahan siksaan Firaun. Mereka kemudian menemui Nabi Musa dan berkata, "Kami memang sudah menderita sebelum Anda datang. Tapi, kami tetap menderita setelah Anda datang."

Nabi Musa menjawab, "Mudah-mudahan, Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di Bumi-nya. Maka, Allah akan melihat perbuatanmu." Hingga pada suatu hari, Allah menyelamatkan Bani Israil dan membinasakan Firaun, Haman, beserta para tentaranya. Allah menenggelamkan mereka di Laut Merah saat mengejar Nabi Musa.

Dalam surah al-Qashash ayat 6 Allah berfirman, "Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman bersama tentaranya apa yang mereka selalu khawatirkan." Menurut ahli tafsir, yang dimaksud kekhawatiran Firaun dan Haman, yaitu hancurnya kerajaan karena Bani Israil.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA