Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Begini Penjelasan KH Quraish Shihab Soal Wasathiyah

Rabu 17 Jul 2019 21:00 WIB

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Agung Sasongko

Quraish Shihab

Quraish Shihab

Foto: Antara
Dakwah itu ramah untuk mengajak simpati orang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar Tafsir, Prof KH Quraish Shihab menjelaskan ada kesalahpahaman sebagian orang dalam mempraktikkan dakwah tentang wasathiyah. Ada yang menganggap wasathiyah adalah persamaan, bahkan menganggap persamaan adalah seimbang.

KH Quraish kemudian bertanya, menurut pandangan Islam apakah dunia seimbang dengan akhirat. Ada yang berkata dunia dan akhirat tidak seimbang, buktinya walal akhiratu khairullaka minal 'ula. Di sanalah letak kekeliruan orang-orang yang berkata tidak usah memperhatikan dunia karena akhirat lebih penting.

Padahal, menurut dia, keseimbangan bukan persamaan sebab ada faktor-faktor yang menjadikan sesuatu tidak sama tapi karena adanya faktor tersebut maka dipersamakan. Dia mencontohkan, memberikan baju kepada anak yang berbadan besar dan berbadan kecil.

"Saya berikan (anak berbadan besar dan kecil) bahan baju, sama atau tidak? Tidak sama, ada faktor luar badan (si anak) lebih besar sehingga saya belikan dia lebih banyak (bahan baju) dengan demikian terjadi keseimbangan," kata KH Quraish saat seminar dalam acara Halal Bi Halal Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (17/7). 

Menurutnya, ada faktor-faktor yang menjadikan tuntunan agama seakan-akan itu tidak seimbang. Pada prinsipnya manusia lebih senang dunia daripada akhirat, ada setan yang mengajak manusia lebih condong ke dunia.

"Ini faktor kenyamanan duniawi terasa langsung, kenyamanan rohani tidak terasa secara langsung, maka untuk menyeimbangkannya dilakukanlah penekanan kepada akhirat supaya seimbang," ujarnya.

Dia juga menegaskan, berulang-ulang Allah SWT menyampaikan dirinya Maha Kasih. Allah meminta manusia untuk bersangka baik kepada-Nya. Ada ratusan ayat yang berbicara tentang ampunan Allah, tapi ada sekian ayat yang berbicara tentang siksaan Allah. Kalau dilihat dari jumlah ayat tersebut tidak seimbang.

Menurutnya ada penekanan yang ingin ditekankan bahwa di dalam berdakwah jangan terlalu banyak mengancam. Tapi harus lebih banyak memberi harapan dan memberi rahmat.

"Karena kalau anda tidak bersyukur atas rahmat Allah, anda masih ingat Allah, tapi kalau anda kufur sehingga menimbulkan putus asa maka anda sudah terhapus dari rahmat Allah," jelasnya.

Maka KH Quraish menyarankan agar lebih banyak memberikan rahmat dan harapan supaya orang lebih simpati pada anda, ajaran Islam dan Allah. Tapi kalau memberi ancaman, siksaan dan mengkafirkan orang lain, maka orang lain akan menjauh.

"Kita ingin dakwah itu ramah untuk mengajak simpati orang, kita ingin mengurangi tata cara yang bisa menimbulkan antipati orang terhadap kita, itu wasathiyah," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA