Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Rumah Zakat Distribusikan 2.000 Air Bersih ke Desa Cikeusik

Jumat 05 Jul 2019 19:01 WIB

Red: Gita Amanda

Program Berbagai Air Kehidupan dari Rumah Zakat menjangkau warga Desa Cikeusik, Pandeglang, Banten.

Program Berbagai Air Kehidupan dari Rumah Zakat menjangkau warga Desa Cikeusik, Pandeglang, Banten.

Foto: Rumah Zakat
Pada musim kemarau warga Desa Cikeusik harus mengeluarkan Rp 200 ribu untuk air.

REPUBLIKA.CO.ID, BANTEN -- Kekeringan yang melanda Desa Cikeusik, Banten, hampir terjadi setiap tahunnya. Membantu mengatasi hal ini, Rumah Zakat mendistribusikan 2.000 liter air bersih.

Sebenarnya solusi jangka panjang sudah pernah dihadirkan pemerintah dan warga dengan membangun instalasi air bersih di dua Dusun. Tapi ternyata solusi berupa pembangunan instalasi air bersih yang dihadirkan belum juga bisa menjawab permasalahan ketersediaan air bersih di wilayah Desa Cikeusik.

Baca Juga

Pada musim kemarau, warga harus membeli air dengan harga Rp 200 ribu untuk kapasitas 2.000 liter air. Harga ini sangat mahal mengingat pada musim kemarau warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani tadah hujan sangat minim penghasilan.

photo

Warga Desa Cikeusik mendapat bantuan 2.000 liter air bersih dari Rumah Zakat.

Warga terpaksa menjual hewan ternak mereka untuk bisa membeli air bersih. Oleh karenanya Program Berbagi Air Kehidupan sangat dinantikan oleh warga. Rumah Zakat pada tanggal 2 hingga 4 Juli 2019 mendistribusikan Program Bantuan Air Kehidupan di
Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Dengan adanya Program Berbagai Air Kehidupan dari Rumah Zakat, tentunya sangat membantu warga terutama masyarakat yang tidak mampu. Ketua RT. 01 RW.03 Dusun Pamatang Sempur, Ganum, merasa bersyukur dan berterima kasih karena donatur dari Rumah Zakat telah peduli terhadap warganya yang sedang kesulitan air bersih.

“Terima kasih banyak bantuan airnya kepada donatur Rumah Zakat, semoga program ini bisa diadakan minimal satu bulan sekali karena kebutuhan air tidak akan ada habisnya,” ujar Ganum seperti dalam siaran pers.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA