Kamis 04 Apr 2024 13:56 WIB

Dorong Ketahanan Pangan, Jamkrindo Kolaborasi Program Kebun Gizi 

Program Kebun Gizi sangat penting dalam rangka membangun ketahanan pangan nasional.

PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bekerja sama dengan Rumah Zakat berkolaborasi dalam program Kebun Gizi untuk membantu memenuhi gizi masyarakat di Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Foto: Rumah Zakat
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bekerja sama dengan Rumah Zakat berkolaborasi dalam program Kebun Gizi untuk membantu memenuhi gizi masyarakat di Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK -- PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bekerja sama dengan Rumah Zakat berkolaborasi dalam program Kebun Gizi untuk membantu memenuhi gizi masyarakat di Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Hadir dalam simbolis peresmian program ialah Direktur Kelembagaan dan Layanan Jamkrindo Abdul Bari dan Chief Program officer Rumah Zakat Muhammad Sobirin. 

Abdul Bari mengatakan program Kebun Gizi ini sangat penting dalam rangka membangun ketahanan pangan nasional. Terlebih saat ini dunia sedang berjibaku menghadapi krisis pangan akibat perubahan iklim dan juga kondisi geopolitik dunia.

Baca Juga

 “Semoga dengan adanya program ini dapat membantu program pemerintah dalam memprioritaskan peningkatan ketersediaan akses, serta kualitas konsumsi pangan, sehingga kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya langsung di masyarakat” ujarnya. 

photo
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) bekerja sama dengan Rumah Zakat berkolaborasi dalam program Kebun Gizi untuk membantu memenuhi gizi masyarakat di Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. - (Rumah Zakat)

Ia mengatakan program yang dilakukan oleh Jamkrindo dan Rumah Zakat ini melibatkan peran aktif masyarakat desa, dimana masyarakat desa akan mendapatkan pendampingan sejak awal hingga nanti panen, termasuk penyediaan green house, bibit dan kebutuhan lainnya. 

“Proses implementasi kebun gizi melibatkan masyarakat setempat yang dari awal sampai masa panen, sehingga ilmu yang diperoleh harapannya dapat dibagikan dan dilanjutkan untuk masyarakat yang lebih luas,” ujar Bari. 

Adapun Sobirin mengungkapkan dalam program ini pangan yang ditanam ialah melon. Pemilihan melon dirasa sangat tepat mengingat masa panen melon yang relatif singkat, memanfaatkan lahan terbatas secara efisien dan harga melon yang relatif tinggi di pasaran.

“Buah melon memiliki nilai tambah produk, Buah melon dapat diolah menjadi produk makanan dan minuman yang bernilai tambah seperti jus, sirup, manisan, dan suplemen makanan. Hal ini dapat meningkatkan nilai tambah produk dan meningkatkan potensi pasar bagi petani melon,” ujarnya. 

Untuk kesuksesan program, Jamkrindo dan rumah zakat melibatkan berbagai pihak unsur desa antara lain kepala dusun, tokoh masyarakat, kader posyandu, kader gizi, serta keterlibatan aktif 20 orang warga.

“Kami mengapresiasi kerja sama yang dilakukan dengan Jamkrindo. Semoga kerja sama ini dapat memberikan hasil optimal bagi masyarakat,” ujarnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement