Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Dua Masjid Besar di Nepal

Senin 01 Jul 2019 16:00 WIB

Red: Agung Sasongko

Seorang Muslim tengah berdoa di depan Masjid Kashmiri Taqiya, Kathmandu, Nepal.

Seorang Muslim tengah berdoa di depan Masjid Kashmiri Taqiya, Kathmandu, Nepal.

Foto: Reuters
Di ibu kota Nepal, Kathmandu, kini berdiri dua masjid besar

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kini, terdapat setidaknya 2,5 juta penganut Islam di Nepal atau sekitar 10 persen dari populasi penduduk negeri itu. Secara garis besar, Muslim Nepal dibagi ke dalam empat etnik besar, yaitu Muslim asal India, Khasmir, Tibet, dan Muslim asli Nepal yang sebelumnya pindah agama dari Hindu ke Islam. Ada pula Muslim Nepal gunung. Sehari-hari mereka  memang tinggal di kawasan pegunungan. 

Baca Juga

Di ibu kota Nepal, Kathmandu, kini berdiri dua masjid besar yang berlokasi di kawasan bergengsi di pusat kota, tak jauh dari bekas Istana Raja Nepal. Dua masjid besar tersebut adalah Masjid Kashmiri Taqiya dan Masjid Jami’ Kathmandu. Masjid Khasmiri atau Masjid Khasmiri Pancha Taqiya dibangun pertama kali oleh seorang ulama Khasmir pada 1524 M pada masa pemerintahan Raja Rama Malla (1484-1520). Masjid ini merupakan masjid pertama dan terbesar di Nepal. 

Masjid yang sudah berumur lebih dari 480 tahun ini sempat mengalami kerusakan parah akibat serangan sekitar 4.000 massa pada 1 September 2004. Serangan tersebut terjadi menyusul insiden terbunuhnya 12 pekerja Nepal yang diculik oleh milisi bersenjata di Irak.

Warga Nepal kemudian melampiaskan kemarahan atas insiden tersebut dengan menyerang Masjid Khasmiri Takiya. Mereka merusak dan menyeret keluar perabotan masjid serta membakar ruangan utama Masjid Khasmiri. Beruntung aksi tersebut berhasil dibubarkan oleh pasukan polisi antihuru-hara Nepal hingga tindak anarkistis tersebut tak meluas. 

Meski dibangun dan dikelola oleh Muslim Khasmir, masjid ini terbuka untuk semua kalangan. Khotbah Jumat disampaikan dalam bahasa Arab. Jabatan imam saat ini dipegang oleh Ali Manzar. Di saat penyelenggaraan shalat Jumat dan dua shalat hari raya, masjid ini penuh sesak oleh jamaah pria sampai ke atap dan areal sekitar masjid.

Sementara  itu, Masjid Jami’ dibangun oleh Muslim dari India pada 1641-1674, kemudian direnovasi total oleh Putri Begum Hazrat Mahal pada 1857. Masjid Jami’ Nepal berada di sebelah selatan Masjid Kashmiri Taqiya, hanya terpisah beberapa blok bangunan. Secara tradisi, masjid ini merupakan masjid Sunni, namun tetap terbuka untuk umum. Dalam penyelenggaraan ibadah, masjid ini juga menggunakan bahasa Arab. Imam masjid saat ini dijabat oleh Hammad Fareed.

Kedua masjid tersebut, seperti halnya masjid-masjid lainnya di Nepal, memiliki peran sentral bagi umat Islam. Ia menjadi semacam pusat komunitas umat Islam. Di Nepal, masjid biasanya dilengkapi dengan madrasah dan kawasan niaga. Di sekitar masjid biasanya dengan mudah ditemukan toko-toko yang menjual berbagai kebutuhan umat Islam, termasuk rumah makan halal. Selama Bulan Suci Ramadhan, pengurus masjid menyediakan makanan untuk berbuka puasa bagi jamaah masjid 

Kini, semakin banyak pula organisasi Islam yang tumbuh di Nepal. Salah satu organisasi yang berupaya meningkatkan pendidikan umat Islam di Nepal adalah Persatuan Islam (Islami Sangh). Atas jasa organisasi-organisasi Islam ini pula kini Muslim Nepal bisa memiliki kitab suci Alquran terjemahan bahasa Nepal sebagai upaya penyebaran dakwah di kalangan umat Islam di sana. Alquran terjemahan berbahasa Nepal terdiri dari 1.168 halaman. Untuk tahap pertama, Alquran terjemahan ini dicetak lebih dari 5.000 eksemplar, 2.500 di antaranya dikirim ke New Delhi (India), Buthan, dan Myanmar.

sumber : Mozaik Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA