Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Aktivis Aisyiyah: Kawin Kontrak Jadikan Perempuan Korban

Selasa 18 Jun 2019 11:30 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Lembaga perkawinan (ilustrasi)

Lembaga perkawinan (ilustrasi)

Kawin kontrak hanya akan merugikan perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA— Praktik kawin kontrak sangat rentan menjadikan perempuan sebagai korban, termasuk dicampakkan begitu saja. 

Baca Juga

"Ada potensi tertular penyakit, hamil dan dicampakkan. Dan jika memiliki anak, dampaknya akan ke anak," kata anggota Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia Pimpinan Pusat Aisyiyah Muhammadiyah, Rita Pranawati, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (18/6), menanggapi terbongkarnya sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak di Kalimantan Barat pekan lalu. 

Rita mengatakan perempuan yang ingin menjalani perkawinan kontrak harus berpikir panjang, termasuk memikirkan berbagai konsekuensi dan dampak buruknya.

Himpitan ekonomi, kata dia, tidak seharusnya memaksa perempuan mengambil pilihan yang sangat merugikan bagi diri mereka sendiri seperti menjalani kawin kontrak, yang hanya akan mendatangkan persoalan pelik di kemudian hari.

"Dari sini sebenarnya bekerja keras dalam himpitan ekonomi menjadi penting. Menyelesaikan persoalan hidup harus dengan holistik bukan malah menimbulkan masalah di masa yang akan datang," kata dia.

Rita menjelaskan pula bahwa seharusnya perkawinan ditujukan untuk mendatangkan ketenangan, kesetaraan, rasa saling kasih mengasihi dan menghormati.

Di mata agama manapun, tutur dia, perkawinan merupakan ikatan kuat antara dua pihak yang menghargai satu sama lain untuk hidup bersama sebagai pasangan, bukan hanya ikatan untuk memenuhi hawa nafsu saja.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA