Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Ummu Rumman Motivator Dakwah

Rabu 08 Mei 2019 03:03 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Ramadhan

Ilustrasi Ramadhan

Foto: Pixabay
Ia dikenal sebagai istri sa lehah juga ibu teladan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Semasa hidupnya Khalifah Abu Bakar as- Siddiq memiliki empat orang istri. Dua di antaranya, yaitu Qu tai bah binti Abdul Uzza dan Ummu Rumman ia nikahi pada masa jahiliah. Sedangkan dua istri lainnya, yakni Asma binti Amis dan Habibah binti Zaid al-Kkhazraj dinikah setelah Islam berkembang di Makkah dan Madinah. Dari keempat istri tersebut, Abu Bakar memiliki enam anak, tiga laki-laki, dan tiga perempuan.

Dari keempat istri Abu Bakar, Ummu Rumman lebih populer. Popularitas ini lantaran ia adalah ibu dari Aisyah, istri Rasulullah SAW. Nama Ummu Rumman masuk juga dalam jajaran perempuan ahli surga. Per ni kahannya dengan Abu Bakar me mang terjadi pada zaman Jahiliah. Namun, ia menyatakan Islam begitu Islam datang ke Makkah.

Sebelum menikah dengan Abu Ba kar, Ummu Rumman menikah dengan Harits bin Sukhairah al-Azdi. Perempuan berparas cantik, berbudi luhur, dan tutur kata yang fasih ini tinggal di perkampungan as-Sarah, daerah perbukitan di Jazirah Arab.

Dari pernikahan itu, lahir ath-Thufail. Dari perkampungan as-Sarah, pasangan suami istri ini hijrah ke Mak kah. Peraturan yang berlaku kala itu, tiap orang asing yang me masuki dan bermukim di Makkah harus memiliki penjamin. Harist memilih Abdullah bin Abu Quhafah, yang tak lain ialah Abu Bakar.

Tidak lama bermukim di Makkah, Harits al-Azdi meninggal dunia. Abu Bakar menikahi Ummu Rumman dan menjaga anaknya. Hal ini sebagai bentuk penghormatan terhadap al-Harist. Hasil pernikahan Abu Bakar dan Ummu Rumman, lahirlah Abdur Rahman dan Aisyah.

Ketika Muhammad diutus menjadi Rasul, Abu Bakar menjadi orang pertama dari kalangan pria yang meng imaninya. Ia pun menyebarkan Islam kepada istri dan anak-anak nya. Sejak itu pula, Nabi Muhammad dekat dan sering berkunjung ke kediaman keluarga Abu Bakar. Kehadiran Nabi disambut dengan gembira. Makanya, kediaman Abu Bakar disebut sebagai rumah kedua Islam, setelah kediaman Nabi Muhammad SAW. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA