Senin 08 Apr 2019 16:12 WIB

Memperkuat Literasi Zakat

Literasi zakat sangat penting dalam pembangunan zakat nasional.

Zakat
Foto: Antara
Zakat

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Irfan Syauqi Beik (Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS)

JAKARTA -- Literasi zakat merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam pembangunan zakat nasional. Tinggi rendahnya literasi zakat sangat memengaruhi kualitas pengelolaan zakat itu sendiri, baik pada sisi penghimpunan maupun pada sisi penyaluran.

Baca Juga

Pada sisi penghimpunan, literasi zakat yang baik akan mendorong muzakki untuk senantiasa menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS. Muzakki akan termotivasi untuk mengikuti contoh di zaman Nabi dimana zakat selalu ditunaikan melalui amil resmi.

Sebaliknya, literasi zakat yang rendah akan mendorong perilaku muzakki untuk lebih mengutamakan membayar zakat langsung kepada mustahik. Pengecualian adalah apabila di satu wilayah, belum ada institusi amil resmi yang beroperasi dengan program zakat yang jelas.

Sementara dari sisi penyaluran, literasi zakat yang rendah akan mendorong perilaku untuk membagi-bagikan zakat secara langsung, melalui pengumpulan massa di tengah lapangan atau lokasi terbuka lainnya secara berdesak-desakkan, untuk kemudian mereka diberi amplop berisi uang, yang jumlahnya kadang tidak seberapa. Pola seperti ini sesungguhnya kurang menghargai sisi kemanusiaan mustahik.

Sebaliknya, literasi zakat yang tinggi akan melahirkan upaya dan program penyaluran yang sistematis, yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan mustahik dan pemberdayaan mereka, dengan tetap menghargai sisi kemanusiaan mustahik. Pola seperti ini bertujuan untuk mentransformasi mustahik agar memiliki kehidupan yang lebih baik, dan bahkan mengubah mereka untuk menjadi muzakki.

Oleh karena itu, penting untuk kita dorong dan kita kembangkan upaya untuk meningkatkan literasi zakat masyarakat ini. Paling tidak, ada dua hal yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan literasi zakat ini.

Pertama, meningkatkan edukasi dan sosialisasi publik secara kontinyu terkait konsep zakat. Kampanye-kampanye zakat perlu untuk terus digelorakan sehingga pesan zakat bisa ditangkap dengan baik oleh publik. Dalam konteks ini, inovasi melalui pemanfaatan kemajuan teknologi informasi menjadi sangat penting. Ikhtiar Baznas dalam mengembangkan berbagai platform teknologi informasi, baik secara internal maupun bekerjasama dengan pihak eksternal, merupakan langkah strategis dalam meningkatkan literasi zakat publik.

Kedua, dengan mengintensifkan kerja-kerja pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara substantif dan masif. Ini sangat penting agar publik bisa melihat bahwa zakat yang dibayarkan mereka, telah berubah menjadi program penyaluran yang membawa manfaat yang sangat tinggi untuk para mustahik. Harapannya, ini akan mendorong semangat berzakat mereka melalui institusi amil resmi. Wallaahu a'lam.

sumber : Islam Digest Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement