Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Menghindari Maksiat

Ahad 07 Apr 2019 23:51 WIB

Red: Agung Sasongko

Takwa (ilustrasi).

Takwa (ilustrasi).

Foto: blog.science.gc.ca
Kemaksiatan dan setiap yang dilarang Allah SWT mesti dijauhi

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Kemaksiatan dan setiap yang dilarang Allah SWT mesti dijauhi (QS 59:7). Kemaksiatan terjadi karena ada kesempatan dan bisikan setan yang datang karena setan tak pernah lengah untuk menjerumuskan anak Adam ke dalam nereka (QS 7: 16-17). Setan selalu membisikkan bujuk rayu jahatnya ke dalam hati manusia, kecuali bagi orang yang selalu merasa diawasi oleh Allah SWT (muroqobatullah).

Adalah penting upaya menghindari diri dari perbuatan maksiat. Namun, bagaimanakah caranya? Pertama, yakinilah Allah selalu mengawasi kita. Allah adalah Zat yang Maha Melihat, Maha Mengetahui, tidak ada sesuatu yang tersembunyi bagi-Nya di langit maupun di bumi.

Allah berfirman, Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS 6:59).

Kedua, yakinilah seluruh amalan manusia akan dicatat dan akan dimintai pertanggungjawab an kelak pada hari Kiamat. Tak ada satu pun yang akan luput dari catatan-Nya. Allah berfirman, Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.

Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)-nya pula. (QS az-Zalzalah [99]:6-8) Ketiga, yakinilah bahwasanya kulit, tangan, kaki, dan seluruh anggota badan akan menjadi saksi di akhirat kelak.

Allah berfirman, Kamu sekali-sekali tidak dapat bersembunyi dari kesaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu kepadamu, bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. (QS Fusilat [41]:22). Keempat, yakinilah Allah mengutus para malaikat untuk mengawasi kita (QS 50:16-18).

Kelima, sadarilah bumi akan menjadi saksi perbutan kita. Meskipun tak ada yang melihat kita, di manapun kita melakukan maksiat walaupun dengan sembunyi-sembunyi, bumi yang kita pijak akan menjadi saksi di hadapan Allah kelak. Allah berfirman, Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. (QS 99:4).

Barang siapa yang dapat menjaga hatinya dan anggota tubuhnya serta menahan hawa nafsunya dari kemaksiatan, itulah sebuah keberhasilan imunitas kemaksiatan bagi orang yang bertakwa dan Allah janjikan sebuah pahala yang besar bagi mereka (QS 50:31-34, 55:46). Wallahualam. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA