Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Sebuah Kapel di Inggris Raya akan Jadi Masjid

Kamis 28 Mar 2019 18:56 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Hasanul Rizqa

Kapel Methodist Moriah di Wales

Kapel Methodist Moriah di Wales

Foto: tangkapan layar Wales Online
Kapel tersebut dibangun dari awal abad 20.

REPUBLIKA.CO.ID, SNOWDONIA -- Sebuah kapel (gereja kecil) di daerah perdesaan dekat Snowdonia, Gwynedd, Wales, Britania Raya, akan diubah menjadi masjid. Rencana transformasi atas Kapel Methodist Moriah itu diajukan Pusat Meditasi dan Masjid Jamia Almaarif. Sejauh ini, pihak Almaarif sudah memberikan dokumen-dokumen terkait kepada otoritas Taman Nasional Snowdonia.

Baca Juga

The Daily Post melaporkan, Kamis (28/3), bangku-bangku dan panggung di bagian muka kapel tersebut akan dihilangkan bila bangunan itu seutuhnya diubah jadi masjid. Artinya, tidak serta-merta keseluruhan bangunan tua itu akan dirobohkan. Bila rencana itu terwujud, maka inilah masjid kedua di daerah Llanbedr.

Sementara, otoritas Taman Nasional Snowdonia menyebut, perlu beberpa bulan untuk meninjau permintaan pihak Almaarif itu.

Menurut Sensus pada 2011, ada sebanyak 1.378 orang di Gwynedd yang mengidentifikasi diri sebagai Muslim. Jumlah tersebut mencapai sekitar satu persen dari total populasi di daerah tersebut. Namun, di pedesaan Llabedr sendiri--lokasi persis kapel tersebut--sedikit sekali komunitas Muslimnya.

Kapel ini dibangun pada 1856. Struktur bangunan yang tampak kini dari sana merupakan bekas renovasis sejak 1913.

Kapel itu dirancang Owen Morris Roberts dari Porthmadog. Secara klasifikasi, bangunan tersebut terdaftar dalam Grade II pada 1997. Dengan demikian, nilai sejarah arsitektur di dalamnya diakui resmi.

Kapel dari awal abad ke-20 itu terkenal bagus, dengan pintu masuk yang kaya detail dan interior asli. Baru-baru ini, nilai kapel tersebut diprediksi seharga 250 ribu pound.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA