Kamis 07 Mar 2019 23:26 WIB

Menelusuri Keindahan Masjid Kowloon

Ruang utama shakat didominasi granit putih.

Rep: Ali Yusuf/ Red: Agung Sasongko
 Majelis Wirid Doa Dzikir Harian (WDDH) menggelar pengajian di Taman Masjid Kowloon, Tsim Sha Tsui, Hong Kong, Ahad Kemarin.
Foto: Dok. Pribadi
Majelis Wirid Doa Dzikir Harian (WDDH) menggelar pengajian di Taman Masjid Kowloon, Tsim Sha Tsui, Hong Kong, Ahad Kemarin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kini saatnya kita melihat detail keindahan pada setiap struktur bangunan besutan arsitektur IM Kadri ini dari bawah. Struktur bangunan yang paling pertama bersentuhan adalah tangga dan pagar warna hitam dengan motif bunga.

Setelah melewati anak tangga baru akan terlihat detail keindahannya dari semua unsur-unsur bangunan masjid, yang pertama adalah ventilasi (roster GRC) dengan motif garis lengkung.

Baca Juga

Ventilasi berwarna coklat ini mengelilingi dinding bagian dasar dan dinding lantai dua. Di beberapa negara, ventilasi tersebut sering disebut GFRC Glass Fiber Reinforced Concrete adalah jenis beton komposit, yang memiliki kekuatan akan tekanan tinggi, tahan cuaca, tahan api, dan mudah dibentuk. Setelah melihat roster-roster klasik, saatnya meninjau ruang utama.

Di ruangan yang didominasi warna dasar dari granit putih itu, ada terdapat dua lampu kristal yang cahayanya mampu menyilaukan mata. Dua lampu kristal dengan bentuk sarang tawon ini menggantung sejajar di tengah-tengah ruangan masjid. Sehingga lampu gantung merupakan aksesori satu-satunya yang terdapat pada ruang utama.

Di lantai pertama ini, memang tak ada hiasan dinding. Hiasan menggunakan lempengan metal hanya terdapat di lantai kedua. Bagian unik lainnya dari masjid ini adalah keberadaan tempat wudhu dengan deretan tempat duduk. 

Di setiap pancuran, disediakan tempat duduk berbentuk persegi panjang. Tanpa lahan parkir Meski fungsinya sebagai fasilitas umum, Masjid Kowloon tidak menyediakan lahan parkir bagi jamaah yang hendak membawa kendaraan roda dua atau empat. 

Berbeda dengan masjid lainnya, termasuk sejumlah masjid Indonesia yang memiliki lahan parkir yang luas. Tidak tersedianya lahan parkir itu karena Pemerintah Hong Kong mewajibkan warganya, untuk menggunakan transportasi umum daripada kendaraan pribadi. 

Ada dua gerbang masuk dan keluar menuju masjid dari stasiun kereta (MTR) Tsim Tsa Tsui, di sebelah selatan sehingga pintu ini sangat memudahkan akses jamaah, yang baru turun dari kereta menuju masjid.

Selain dekat dengan stasiun, masjid ini juga dekat halte bis kota. Dengan demikian, keberadaan masjid ini lebih nyaman bagi jamaah yang memiliki mobilitas tinggi di luar rumah. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement