Kamis 24 Jan 2019 17:51 WIB

Perkuat Moderasi Islam, Program 5.000 Kiai Segera Diresmikan

Program ini menjembatani tokoh pesantren agar aktif di ruang publik.

Rep: Muhyiddin/ Red: Nashih Nashrullah
Sejumlah santri mengaji kitab kuning di Pesantren Ilmu Alquran Al Misbah, Jalan Bahari, Jakarta, Jumat (25/5).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Sejumlah santri mengaji kitab kuning di Pesantren Ilmu Alquran Al Misbah, Jalan Bahari, Jakarta, Jumat (25/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktorat Jenderal Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama menyiapkan program 5.000 kiai untuk merebut ruang publik dalam memperkuat moderasi beragama di Indonesia. 

Dirjen Pendis, Kamaruddin Amin mengatakan, program 5.000 kiai itu akan dilakukan Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren. 

"Di Pontren kita punya program 5.000 kiai. Kalau dulu ada 5.000 doktor, sekarang ada 5.000 kiai dengan varian aktivitas yang cukup banyak," ujar Kamaruddin saat memaparkan programnya dalam Rakernas Kemenag di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Kamis (24/1). 

Melalui program 5.000 kiai ini, menurut dia, Kemenag ingin menjembatani otoritas ulama di pesantren atau di perguruan tinggi untuk terjun langsung ke masyarakat, sehingga bisa merebut ruang publik.  

 

"Kita ingin menjembatani otoritas ulama yang ada di pesantren, yang ada diperguruan tinggi yang selama ini di menara gedung untuk turun di masyarakat untuk merebut otoritas ruang publik tadi," ucapnya. 

Dia menuturkan, terdapat banyak kegiatan yang akan dilakukan dalam menjalankan program 5.000 kiai tersebut. Di antaranya, yaitu dengan memberikan beasiswa kepada santri dan ustaz, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.  

Kemudian, Kemenag juga akan menggelar pelatihan para anak-anak kiai untuk belajar tentang manjemen pesantren, pelatihan penelitian kepada para santri dan para ustaz di pesantren, pelatihan digital, serta pelatihan menulis kepada para santri untuk memperkuat moderasi beragama.  

"Jadi ruang publik harus kita rebut dalam rangka untuk berkontestasi memperjuangkan moderasi beragama ini. Kita rebut dengan melakukan masifikasi program yang berorientasi pada moderasi beragam tadi itu. Salah satunya di antaranya adalah program 5.000 kiai," kata Kamaruddin. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement