Rabu 02 Jan 2019 20:42 WIB

Sekretaris Pribadi Kiai Said Klarifikasi Dua Isu Negatif

Masyarakat diminta agar tak mudah percaya isu dan hendaknya bertabayun.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj memberikan keterangan saat konferensi pers di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu (23/10).
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj memberikan keterangan saat konferensi pers di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Rabu (23/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sejumlah isu miring dialamatkan oknum tak bertanggungjawab terhadap Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj. Sekretaris pribadi Kiai Said, M Sofwan Erce angkat bicara menjawab berabgai tuduhan negatif tersebut. 

Sofwan mengungkapkan, tuduhan miring pertama yaitu beredar kabar Kiai Said menjadi salah satu komisaris di sebuah perusahaan. Sofwan memastikan tuduhan tersebut sama sekali tidak benar. “Enggak banget, isu itu tidak benar,” kata dia ketika berbincang dengan Republika.co.id, di Jakarta, Rabu (2/1).  

Sofwan melanjutkan, tuduhan miring kedua yaitu bahwa PBNU menerima bantuan sebesar Rp 100 juta dari Duta Besar Cina untuk RI Xiao Qian, saat pertemuannya dengan Kiai Said dan jajaran PBNU, di Jakarta beberapa waktu lalu.  

"Tidak benar itu, tidak ada bantuan  apapun yang ada PBNU memberi masukan terkait penyelesaian konflik Muslim Uighur," kata Sofwan.

Sofwan menilai hantaman fitnah, terus dialamatkan ke Kiai Said dengan tujuan menambah haters semakin banyak dan mereka berharap Nahdliyyin semakin terpecah. “Saya sarankan agar tak gampang menuduh tanpa bukti jelas karena hal itu hanya akan menambah dosa selain juga memicu kecurigaan,” kata dia.                                                 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement