Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Kemenag: Kepercayaan Masyarakat pada Bazis DKI Terus Tumbuh

Rabu 05 Dec 2018 12:22 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andi Nur Aminah

 Petugas melayani warga yang akan berzakat di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bazis DKI Jakarta, Selasa (27/12).

Petugas melayani warga yang akan berzakat di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Bazis DKI Jakarta, Selasa (27/12).

Foto: Republika/ Yasin Habibi
Bazis DKI selalu bisa menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan pengelolaan zakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag), M Fuad Nasar mengucapkan selamat kepada Badan Amil Zakat Infaq Shadaqah (Bazis) DKI Jakarta yang merayakan Milad ke-50 Rabu (5/12) hari ini. Menurut dia, selama setengah abad ini, kepercayaan masyarakat pada Bazis DKI Jakarta terus tumbuh.

Dia menuturkan, kelahiran Bazis DKI Jakarta tak terlepas dari perkembangan pengelolaan zakat nasional. Bazis DKI merupakan organisasi pengelola zakat semi pemerintah pertama di Indonesia. Karena itu, menurut dia, Bazis DKI patut diberikan apresiasi.

Baca Juga

"Ini merupakan suatu catatan sejarah yang patut kita apresiasi. Saya juga melihat kepercayaan masyarakat kepada Bazis DKI terus tumbuh dan terpelihara," ujar Fuad saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (4/12).

Dia juga memberikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin yang telah memprakarsasi pendirian Bazis DKI Jakarta pada 5 Desember 1968 sesuai dengan saran dan masukan para ulama. Kemudian, dia mengatakan dalam perkembangannya Bazis DKI telah menjadi saksi dari beberapa tonggak penting dalam sejarah pengelolaan zakat di Indonesia.

"Bazis DKI juga menjadi saksi dari beberapa milestone penting dalam sejarah pengelolaan zakat Indonesia, termasuk lahirnya UU nomor 38 tahun 99 tentang pengelolaan zakat yang telah diubah menjadi UU nomor 23 tahun 2011," ucapnya.

Fuad mengatakan, dalam perjalannya, Bazis DKI juga selalu bisa menyesuaikan dengan tuntutan perkembangan pengelolaan zakat. Pengelolaan zakat yang saat ini menuntut profesionalitas, tranparansi, dan akuntabilitas. Karena itu, menurut dia, tak heran jika sampai saat ini Bazis DKI mampu bertahan.

"Dalam setengah abad, dengan capaian zakat yang cukup tinggi, Bazis DKI juga sudah banyak berkontribusi di dalam penguatan pembangunan di sektor keagamaan, termasuk juga dalam aksi-aksi kemanusiaan," kata Fuad.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA