Sabtu 17 Nov 2018 17:13 WIB

Fenomena Hijrah akan Terus Menyebar

Hijrah bukan hanya sebagai tren yang bisa turun kapan saja.

Rep: Hartifiany Praisra / Red: Agung Sasongko
Hijrah
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Hijrah

REPUBLIKA.CO.ID,  BANDUNG --  Beberapa tahun terakhir, fenomena hijrah hadir di kota-kota besar di Indonesia. Di Bandung salah satunya, dengan slogan #Pemuda Hijrah, berbagai kalangan dan komunitas berramai-ramai mendalami agama Islam.

Beberapa waktu lalu, Republika.co.id sempat berbincang dengan Ustaz Dicky Rizky. Ustaz Dicky adalah salah satu ustaz yang banyak memberi kajian khususnya di kalangan anak muda milenial.

Dia mengaku optimistis bahwa hijrah bukan hanya sebagai tren yang bisa turun kapan saja. Dia menyebut ada beberapa faktor yang menyebabkan fenomena hijrah di kalangan anak muda milenial ini hadir.

"Dari strategi pada da'i dalam berdakwah melalui pendekatan yang lebih bisa diterima oleh pemuda, seperti menjadi orang sholeh itu tidak harus meninggalkan kesukaan kita yang dulu selama tidak bertentangan dengan syariat. Bahwa sesungguhnya menjadi soleh itu bisa tetap asyik," ujar Ustaz Dicky.

Ustaz Dicky memberikan saran bagaimana anak muda milenial untuk tetap di jalan kebaikan. Dia menilai niat menjadi hal yang utama bagi seseorang yang ingin hijrah. Karena menurutnya, niat akan sangat mempengaruhi amal.

"Selain itu, minta dan mohon pada Allah agar selalu diberikan keistiqomahan, juga selalu berkumpul dengan teman-teman yang satu frekuensi untuk sama-sama belajar menuju arah kebaikan," tegasnya.

Ustaz Dicky optimistis bahwa fenomena hijrah ini akan terus menyebar. Dia juga mencontohkan bagaimana acara Hijrah Fest beberapa waktu lalu membuktikan bahwa anak muda sangat peduli terhadap agama.

"Selama para dai-nya mau membina dan mencetak kader-kader dakwahnya, yang paling utama adalah keikhlasan murni karena Allah, bukan karena yang lain," tegasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement