Selasa 09 Oct 2018 22:15 WIB

BMH Salurkan Bantuan ke Desa Terpencil di Donggala

Korban gempa berharap segera ada bantuan untuk membangun rumah atau memperbaikinya.

Laznas BMH menyalurkan bantuan untuk korban gempa Donggala, Sulawesi Tengah.
Foto: Dok BMH
Laznas BMH menyalurkan bantuan untuk korban gempa Donggala, Sulawesi Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, DONGGALA -- Gempa bumi dengan kekuatan 7,7 SR telah meluluhlantakkan sebagian besar daerah Donggala, Sulawesi Tengah. Daerah bentangan bencana  yang cukup luas, merupakan hal yang membutuhkan waktu untuk bisa menyentuh seluruh pengungsi, terutama mereka yang berada di desa terpencil seperti yang BMH kunjungi, yakni Desa Lombonga dan Pomolulu (9/10).

"Kedua desa itu merupakan titik yang sedikit menerima bantuan, karena jarak yang cukup jauh dari Palu, sekitar tiga  sampai empat  jam perjalanan dengan akses jalan yang sulit, naik turun gunung dengan beberapa titik terdapat longsoran dengan bongkahan tanah yang begitu besar akibat gempa," terang Koordinator Lapangan Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) di Sulawesi Tengah, Syamsuddin, SE melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Selasa (9/10).

Desa Pomolulu tepat berada di tepi pantai. Mata pencaharian masyarakat setempat adalah nelayan dan bertani. Ketika Laznas BMH tiba, mereka sangat bahagia.

"Kami sampaikan terima kasih kepada BMH, mau berusah payah menembus desa kami di sini yang sulit medannya dan sangat jauh dari kota. Ini sangat membahagiakan kami dan warga masyarakat Desa Pomolulu," ucap Sekretaris Desa Pomolulu, Tasmin Syahi.

photo
Laznas BMH menyalurkan bantuan dari donatur untuk para korban gempa dan tsunami Palu.

Sementara itu salah seorang warga Desa Pomolulu, Mega menyatakan sangat membutuhkan bantuan terutama untuk perbaikan dan pembangunan rumah warga yang hancur atau tidak bisa digunakan akibat gempa bumi.

"Desa ini desa terpencil. Kami berharap segera ada bantuan untuk kami membangun rumah atau memperbaikinya, karena kasihan ya, kami di sini," ungkapnya.

Usai penyerahan bantuan, tim BMH sempat tertahan di salah satu titik jalan pulang yang ternyata tergenang air laut yang sedang pasang setinggi lutut orang dewasa. Beruntung, ada pemuda dari Desa Lombonga yang menjadi tempat penyaluran distribusi bantuan pertama yang mengenal medan dan menyertai tim BMH ke Pomolulu, sehingga tim dapat melanjutkan perjalanan pulang ke Palu.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement