Selasa 09 Oct 2018 12:20 WIB

Pengeras Suara Masjid di Bangkok Dapat Keluhan

Masjid itu sudah memenuhi standar kebisingan dan volumenya tak melebihi 80 desibel.

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Andi Nur Aminah
Siluet Menara Pengeras Suara Masjid
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Siluet Menara Pengeras Suara Masjid

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Sebuah masjid di Bangkok yang sudah berdiri lebih dari 100 tahun, menjadi subjek keluhan dari anonim. Alasannya, suara nyaring yang berasal dari masjid mengganggu anonim tersebut. “Keluhan terus datang, sangat mungkin dari orang yang sama,” kata penasihat Masjid Bang Uthit di distrik Bang Khao Laem, Sombat Wongsamai (68) dilansir di The Nation, Senin (8/10).

Jauh sebelum masalah ini mencuat, masjid tersebut menerima keluhan dari seorang penduduk kondominium Wat Sai karena terganggu dengan suara sebelum fajar. Para pengamat mengungkapkan banyaknya keluhan serupa tentang pusat-pusat keagamaan dari penduduk kota tidak akan terbayangkan. Keluhan-keluhan itu terjadi beberapa dekade lalu.

Wongsamai mengatakan masjid sudah menanggapi keluhan tersebut dengan menurunkan volume pengeras suara. Namun, keluhan tetap datang. Kantor Distrik Bang Kho Laem telah menulis imbauan kepada Wat Sai pada awal bulan ini. Pemerintah meminta agar mereka menahan diri.

Selain mengirim imbauan, Kantor Distrik Bang Kho Laem juga beberapa kali mengirimi otoritas terkait ke sekitar masjid untuk mengukur volume pengeras suara. Namun, hasil pengukuran menunjukkan pengeras suara yang digunakan masjid tidak melebihi standar kebisingan. “Setiap kali pengukuran dilakukan, masjid memenuhi standar kebisingan dan volumenya tidak pernah melebihi 80 desibel,” ujar Imam Wongsamai.

Wongsamai memahami kekesalan pengadu terhadap kegiatan masjid sebelum fajar. Namun, ia mengatakan tetangga-tetangga di sekitar masjid menoleransi panggilan shalat demi kepentingan ko-eksistensi yang saling menguntungkan. “Masjid telah lama ada di sini, dan penduduk setempat yang sudah lama tidak pernah mengeluh. Mereka tahu bahwa umat Muslim diingatkan waktu shalat,” kata Wongsamai.

Masyarakat di sekitar masjid juga menunjukkan toleransi yang sama setiap kali seseorang menyelenggarakan pesta besar dengan musik keras. Wongsamai kerap menenangkan setiap kali masyarakat mengeluh tentang suara lonceng Wat Sai yang juga menghadapi kritik publik.

Imam di Masjid Bang Uthit lainnya, Anusorn Ong-art mengatakan masjid tersebut sudah berdiri selama 105 tahun. Pun kebanyakan masyarakat di lingkungan sekitar masjid adalah Muslim. “Bahkan pendatang baru biasanya bisa menyesuaikan diri dengan budaya lokal dan cara hidup yang ada,” ujar dia.

Seorang penasihat Sheikhul Islam, Preeda Chuaphudee memberi dukungan moral pada  Anusorn. Dia mengatakan, ada lebih dari 180 masjid di Bangkok dan semua telah menurunkan volume pengeras suara. Hal itu bertujuan untuk menghindari gesekan dengan tetangga. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement