Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Peran Indonesia untuk Perdamaian Dunia Dibutuhkan

Sabtu 22 Sep 2018 19:23 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko

Ketua Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Muchlis Hanafi

Ketua Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran, Muchlis Hanafi

Foto: RepublikaTV/Havid Al Vizki
Nilai-nilai yang terkandung di dalam wasathiyah perlu diperkenalkan ke seluruh dunia.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kementerian Agama Muchlis M Hanafi mengatakan, peran Indonesia saat ini semakin dibutuhkan peranannya dalam menciptakan perdamaian dunia. Seiring sedang terjadi perubahan geopolitik di dunia Islam, yaitu konflik tak berkesudahan di kawasan Timur Tengah.

"Nah, di situlah lalu kemudian dunia tertuju kepada Islam di kawasan lain, dalam hal ini Asia Tenggara. Kalau bicara Asia Tenggara Islam terbesar di dunia ya Indonesia," ujar Muchlis.

Nilai-nilai yang terkandung di dalam wasathiyah perlu diperkenalkan ke seluruh dunia. Sebab, wasathiyah merupakan ajaran Islam yang penuh kasih sayang, kedamaian, akomodatif ter- hadap perbedaan. Namun, Muchlis menjelaskan, ajaran tersebut tertutupi oleh berbagai aksi kekerasan yang dilakukan segelintir orang Islam.

Nilai yang terkandung di dalam wastahiyah itu sendiri, tuturnya, tumbuh di Indonesia sejak awal masuknya agama Islam ke negara ini. Hal tersebut berbanding terbalik dengan Islam di kawasan Arab yang penyebarannya dilakukan dengan cara peperangan. Menurut Muchlis, Indonesia sudah mulai menyebarkan Islam wasathiyah kepada dunia Internasional. Meskipun, sejauh ini belum berjalan secara optimal.

Paling tidak sudah dimulai seperti Kementerian Luar Negeri melalui diplomasi keagamaan.Peran Indonesia bagaimana perdamaian di Afghanistan. Suara membela hak Palestina diperhi- tungkan, kata Muchlis yang menjadi Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Internasional tentang Moderasi dan Islam Wasathiyah di Baghdad, Irak.

Deklarasi Baghdad, menurut Muchlis, bisa menjadi pemantik bagi negara-negara Islam untuk menyebarkan Islam damai, toleran, dan menghormati perbedaan.Deklarasi tersebut merupakan ajakan dari masyarakat di Irak untuk mengampanyekan perdamaian. Dia mengungkapkan, adanya konflik yang tak berkesudahan, aksi kekerasan, dan ektremis memengakibatkan kehancuran.

Muchlis juga menginginkan agar Hari Perdamaian Internasional tak hanya seremonial. Menurut dia, perdamaian harus terus didengungkan setiap hari.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA