Rabu 01 Aug 2018 20:47 WIB

BMH Bangun Dapur Umum Layani 800 Warga Korban Gempa

BMH bersama beberapa lembaga bahu-membahu menyuplai air bersih.

BMH menyiapkan dapur umum untuk korban gempa Lombok.
Foto: Dok BMH
BMH menyiapkan dapur umum untuk korban gempa Lombok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musibah gempa yang melanda Lombok Timur dan Lombok Utara, Ahad (29/7) pagi,   telah menyisakan derita cukup mendalam bagi masyarakat. Kini masyarakat harus rela menghabiskan malam di ruang terbuka dengan kondisi penuh keterbatasan yang penuh rIsiko kesehatan.

 “Alhamdulillah, mulai hari  Rabu  (1/8),  posko Baitul Maal Hidayatullah (BMH)  telah hadir di titik lokasi gempa terparah di Lombok Timur, tepatnya di Kampung Ketapang Desa Madain. Karena semua rumah warga di sini rusak akibat gempa, kehadiran posko ini sangat disyukuri warga karena dapat dirasakan manfaatnya secara langsung,” terang Kepala BMH Perwakilan NTB, Abdul Kholiq melalui rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (1/8).

Ia menambahkan, selain posko logistik bantuan, BMH juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari warga.

“Kepercayaan masyarakat kepada BMH telah menjadikan BMH mampu mendirikan dapur umum.  Dapur umum tersebut setiap hari sedikitnya menyediakan 800 bungkus nasi, yang didistribusikan untuk konsumsi warga yang membutuhkan. Bekerja sama dengan warga, dapur umum ini akan menyuplai kebutuhan konsumsi selama masa tanggap darurat,”  imbuh Kholiq

photo
Dapur umum BMH setiap hari melayani sekitar 800 korban gempa Lombok.

Sementara itu di Desa Lolohan Lombok Utara dengan beragam lembaga, Laznas BMH bahu-membahu menyediakan suplai air bersih.

“Kami bersama komunitas Tangan Di Atas (TDA), Raudhah Indonesia Travel Haji dan Umroh, GR. 10.000, Catering Gizi, Salimah PD Mataram dan JNE, Alhamdulillah, telah berhasil memberikan suplai air bersih untuk kebutuhan warga. Tentu ini masih jauh dari memadai,” jelas Kholiq.

Menyikapi respons cepat para donator dan muzakki, BMH pada Rabu (1/8) mengirimkan tim relawan kedua, guna membantu tim pertama yang telah bekerja di lokasi sejak hari pertama gempa terjadi.

“Semoga dengan datangnya tim kedua ini, BMH dapat memaksimalkan perannya dalam membantu korban gempa di NTB,” tutup Kholiq.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement