Rabu 30 May 2018 15:13 WIB

Semangat Ramadhan di Praha

Berpuasa di Praha pada tahun ini jatuh pada musim panas.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Agung Sasongko
Muslim Ceko
Foto: AP
Muslim Ceko

REPUBLIKA.CO.ID, PRAHA -- Praha adalah ibukota Republik Ceko yang berada di jantung eropa. Kota indah ini terletak di Eropa Tengah, berbatasan langsung dengan Jerman di barat dan Austria di Selatan.

Berpuasa di Praha pada tahun ini jatuh pada musim panas. Ini berarti puasa yang dilakukan oleh umat Muslim di Praha cukup panjang, sekitar 18 jam. Sahur dilakukan sekitar pukul 03.00 dan santap buka puasa pukul 21.00.

Muslim yang berada di Praha semakin bertambah dan meningkat dari tahun ketahun. Sebagian besar adalah para imigran yang berasal dari Suriah, Algeria, Tunisia, Uzbekistan, Bosnia dan Turki.

photo
Ikon Kota Praha, Charles Bridge.

Para imigran ini tinggal di Praha untuk bekerja dan sekolah. Selain Praha, komunitas Muslim juga berada di Brno dan Pilsen. Seiring meningkatnya jumlah penduduk Islam di Praha, maka kebutuhan masjid pun meningkat.

 

Salah satu masjid terbaru yang dibangun tahun 2000an adalah Masjid Firdaus Praha. Saat ini, Praha sudah memiliki enam masjid. Jumlah tersebut terbilang cukup banyak untuk kota- kota di Eropa.

Seorang warga negara Indonesia di Praha, Akhir Pebriansyah berbagi tentang Ramadhan di sana. Mahasiswa doktoral ini rutin berdakwah di kota ratusan menara tersebut.

"Bicara mengenai Ramadan, masjid-masjid yang berada di Praha rutin mengadakan buka puasa bersama," kata Akhir pada Republika beberapa waktu lalu.

photo
Masjid di Praha, Ceska

Berbuka puasa di masjid Firdaus mirip dengan buka puasa pada umumnya. Masjid menyediakan makanan kecil sebagai pembuka seperti kurma dan susu. Setelah itu ada makanan besar seperti nasi biryani maupun makanan khas Arab lainnya.

Alumni Institut Pertanian Bogor ini menyampakan jamaah yang datang rata rata adalah mahasiswa. Mereka adalah pelanggan tetap di masjid untuk berbuka puasa Meski ada juga pekerja dan masyarakat sekitar.

Acara buka puasa dibuka dengan menyantap kurma dan susu kurang lebih lima menit lalu beranjak solat magrib. Selepas menunaikan solat magrib mereka menyantap makanan besar.

"Suasana sangatlah akrab, tidak hanya berbuka puasa, kami juga bercengrama tentang kondisi kampus dan pekerjaan. Begitu dekat rasanya padahal mereka berasal dari berbagai belahan dunia misalnya dari negara-negara Afrika, negara Arab, Malaysia, India, Pakistan, Bangladesh dan beberapa diantara mereka adalah penduduk asli Ceko," kata dia.

Tidak hanya berbuka puasa, masjid juga mengadakan i'tikaf di 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Menurut Akhir, masjid mengadakan layanan santap sahur secara gratis. Termasuk mengadakan solat malam,

photo
suasana ceramah di masjid praha.

Akhir mengatakan dari tahun ke tahun peserta i'tikaf semakin bertambah. Ia mengaku terharu karena komunitas Muslim sebagai minoritas tetap bersemangat untuk beribadah kepada Allah.

"Kami tidak mau kehilangan momentum Ramadan yang mulia ini, bulan penuh hikmah dan ampunan," kata mahasiswa doktoral Czech University of Life Sciences Prague ini.

Akhir bercerita tentang seorang mualaf asli Ceko yang sangat bersemangat di Ramadhan pertamanya tahun ini. Honza selalu datang ke Masjid bukan hanya saja untuk berbuka puasa tapi juga mendalami Islam.

"Ia shalat tarawih, bahkan rajin azan di masjid Praha ini, saya sering memperhatikan betapa semangatnya Honza dalam mempelajari Islam," kata Akhir.

Meski saat ini ia masih terbata bata dalam membaca Alquran, tapi semangatnya dalam belajar Islam sangat besar. Honza mengaku sangat beruntung telah mengenal Islam. Baginya Islam membawa kedamaian dalam hatinya.

Ia bahkan berpesan pada Akhir bahwa betapa beruntungnya orang-orang Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Islam. Masjid dan makanan halal dapat ditemui dimana-mana, sementara di Praha, komunitas Muslim harus berjuang dulu.

photo
Interior dalam masjid Praha,Ceska.

Masjid dan makanan halal jaraknya cukup jauh. Statistik yang diadakan oleh Islamic Center of Prague pada tahun 2015 menyebut penduduk Islam di Republik Ceko hanya sekitar 100 ribu orang atau sekitar satu persen dari total penduduk Ceko yang berjumlah 10 juta orang.

Meski demikian, Muslim di Republik Ceko terutama di Praha melaksanakan puasa Ramadan dengan khidmat. Kendala yang biasanya dialami oleh muslim Praha selama bulan Ramadan adalah waktu puasa yang panjang dan cuaca yang panas.

"Namun dengan keikhlasan hati maka seluruh umat muslim di Praha dapat melaksanakan puasa dengan khidmat," kata dia.

Akhir mengatakan warga negara Indonesia di Praha rutin mengadakan buka puasa bersama, pengajian serta solat teraweh berjamaah. Acara ini di gagas oleh Forum Komunikasi (Forkom) Pengajian Praha yang di bantu oleh KBRI Indonesia di Praha.

Acara ini rutin diadakan tiap minggunya. WNI Muslim amat antusias untuk datang, selain untuk melaksanakan teraweh dan solat berjamaah, juga karena ada makanan Indonesia.

Akhir mengatakan menu makanan Indonesia disediakan secara gratis untuk mereka yang berpuasa. Daya tarik kuliner dan kehangatan tanah air tentu sangat dinanti-nanti oleh para perantau di Eropa ini.

"Setidaknya mengobati sedikit kerinduan kami kepada kampung halaman," kata Akhir yang juga pengurus pengajian Praha.

Ia berharap agar masyarakat Indonesia di benua biru itu dapat terus rukun dan tetap melaksanakan segala kewajiban perintah agama. Berpegang teguh pada Islam memang tidak mudah, namun jika ikhlas dan mau berjuang, insyaAllah segala yang susah itu akan menjadi mudah.

"Semoga Ramadan ini menjadikan kita pribadi yang takwa dan mengedepankan nilai nilai keluhuran ajaran islam," tutup Akhir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement