Selasa 13 Jun 2017 05:07 WIB

Muslim Ceko Kerja Keras Hilangkan Stigma Negatif

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Agung Sasongko
Islamofobia (ilustrasi)
Foto: avizora.com
Islamofobia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Banyak masyarakat Ceko yang tidak peduli dan tidak percaya dengan keberadaan agama, khususnya Islam. Agama telah digantikan dengan atheis yang kuat.

Apalagi, media menggambarkan Islam yang dekat dengan kekerasan, teroris, hedonis, berjanggut panjang penghuni gua, dan merencanakan kehancuran dunia Barat.

Namun, umat Muslim di Ceko masih tetap berusaha menghilangkan stigma negatif yang diidentikkan kepada mereka. Salah satu upaya yang dilakukan adalah ketika khutbah di enam masjid Praha menggunakan bahasa yang berbeda, seperti bahasa Ceko, Inggris, Rusia, dan Turki. Ini merupakan bagian dari cara untuk mengintegrasikan Islam dengan masyarakat Ceko.

Kondisi sulit juga dirasakan terkait urusan mendirikan masjid. Sejak 1998, masjid pertama dibangun di Brno. Setahun kemudian, masjid kedua dibangun di ibu kota Ceko, Praha.

Perkembangan Muslim di Ceko mengalami hambatan pada 2002. Umat Muslim ketika itu berusaha membangun masjid ketiga di kota lainnya, tetapi ditolak oleh warga. Ruang shalat sangat padat setiap Jumat, sehingga terpaksa harus menggelar shalat Jumat dua kali dengan ceramah. Ketika shalat Id, seperti Idul Adha dan Idul Fitri mereka menyewa aula olahraga.

Meskipun, mendapat penolakan dari masyarakat, pada 2004 Islam kembali terdaftar sebagai agama resmi di Ceko. Sesuai dengan aturan yang berlaku, masyarakat yang memiliki agama berhak mendapatkan dana dari negara untuk kegiatan dan tempat ibadah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement