Selasa 10 Apr 2018 04:07 WIB

Tlemcen, Ibu Kota Kebudayaan Islam

Tlemcen memiliki sejarah panjang dalam proses pembangunan peradaban Islam.

Tlemcen
Foto: istanbulway.com
Tlemcen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berada di ketinggian 850 meter dari permukaan air laut, Kota Tlemcen, di wilayah barat Aljazair, berperan penting dalam perkembangan budaya Islam. Bahkan, kota ini ditetapkan sebagai ibu kota kebudayaan Islam tahun 2011.

Penetapan ini dilakukan dalam konferensi para menteri kebudayaan negara Islam di Baku, Azerbaijan, pada 2009. Komunitas institusi kebudayaan negara-negara Islam itu bernama Islamic Educational, Scientific, and Cultural Organisation (Isesco).

Meski bukan kota besar, Tlemcen memiliki sejarah panjang dalam proses pembangunan peradaban Islam. Tak diketahui secara persis kapan kota tersebut berdiri. Pada masa sebelum masehi, kota ini dihuni bangsa Numidia dengan rezim Berber yang dipimpin Raja Syfax.

Mulai tahun 32 Masehi hingga 430 Masehi, datanglah bangsa Romawi, Vandal, dan Bizantium. Sedangkan, pengaruh Islam mulai datang ke Tlemcen pada abad ketujuh, yakni tahun 671 Masehi bersamaan dengan datangnya bangsa Arab.

Pada 790 Masehi, Dinasti Idrissides dari Fes, Maroko, menduduki kota tersebut. Dari Dinasti Idrissides, wilayah itu jatuh ke tangan Youcef Ibn Tachfine dan anaknya Ali bin Youcef. Periode ini disebut dengan Almoravide.

Selanjutnya, pembangunan peradaban Islam di Tlemcen diteruskan oleh Abdelmoumene Ben Ali mulai tahun 1143. Periode ini dikenal dengan sebutan periode Almohad. Pada periode ini, bukan hanya peradaban Islam yang dikembangkan, pertumbuhan ekonomi juga terus didorong.

Perubahan yang sangat pesat di wilayah tersebut terus terjadi. Kondisi ini terlihat mulai abad ke-13 hingga abad ke-16. Saat itu, dinasti yang menguasai Tlemcen adalah Dinasti Zianides yang didirikan oleh Yagmorachen.

sumber : Islam Digest Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement