Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Bangkitnya Islam di Bosnia

Kamis 01 Mar 2018 05:15 WIB

Red: Agung Sasongko

Suasana pengungsian masal di Srebenica. ahun 90-an.

Suasana pengungsian masal di Srebenica. ahun 90-an.

Foto: Muhammad Subarkah
Hampir 20 tahun sejak perang banyak menara masjid yang diperbaiki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bosnia dan Herzegovina pada 1992-1995 merupakan masa kelam bagi Muslim. Mereka mengalami pembersihan etnis yang dilakukan Serbia dan Krosia. 


Di seluruh Bosnia, masjid secara sistematis dihancurkan angkatan bersenjata Serbia dan Kroasia. Di antara kerugian yang paling penting adalah dua masjid di Banja Luka, yakni Masjid Arnaudija dan Ferhadija yang berada dalam daftar monumen budaya dunia United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) PBB. Masjid Ferhadija dibangun pada 1579 M. Hingga saat ini, masjid tersebut masih direkonstruksi. 

Emperor Mosque merupakan masjid tertua di Bosnia. Masjid yang dibangun pada 1457 M ini adalah masjid pertama di Bosnia yang dibangun saat Kekaisaran Ottoman. Tak heran, gayanya mengadopsi gaya Ottoman.

Hampir 20 tahun sejak perang banyak menara masjid yang diperbaiki. Menara masjid yang baru didominasi gaya Turki modern lengkap dengan atap kerucut berwarna abu-abu.

Arab Saudi membangun masjid terbesar, yakni King Fahd Mosque pada 2000 dan Islamic Center di Ibukota Sarajevo. Arab Saudi juga membantu membiayai pembangunan perpustakaan universitas. Negara-negara, seperti Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab memberi bantuan dan investasi.

Kini, rakyat Bosnia dan Herzegovina bisa menikmati kebebasan beragama. Hal itu dijamin Konstitusi Negara. Dulu, melihat simbol agama merupakan hal langka di jalanan. Sekarang, sebagian besar perempuan Bosnia mengenakan hijab. Bahkan, Wali Kota Visoko Amra Babic adalah seorang Muslimah yang mengenakan hijab.

Ia adalah wali kota satu-satunya yang mengenakan hijab di seluruh Eropa. Usai perang, banyak Muslim Bosnia yang menerapkan nilai-nilai Islam secara moderat. Sayangnya, masih terdapat diskriminasi dalam dunia kerja bagi Muslimah yang mengenakan hijab.

Kebanyakan Muslim Bosnia mengidentifikasi diri mereka sebagai bagian dari Eropa. Banyak anak muda yang mengikuti gaya berpakaian Barat. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA