Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Lima Ulama Non-Arab Ini Lestarikan Bahasa Arab

Kamis 21 Des 2017 19:01 WIB

Red: Nasih Nasrullah

Buku panduan cara cepat membaca kitab dan menguasai bahasa arab, Al Hadist diperlihatkan saat kursus bahasa arab angkatan II di Jakarta, Senin (2/2). (Republika/ Tahta Aidilla)

Buku panduan cara cepat membaca kitab dan menguasai bahasa arab, Al Hadist diperlihatkan saat kursus bahasa arab angkatan II di Jakarta, Senin (2/2). (Republika/ Tahta Aidilla)

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, Pada masa Abad Pertengahan, para ulama saling bahu-membahu untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, tak terkecuali bahasa Arab. Mereka tidak memandang apakah berasal dari bangsa Arab atau non-Arab. 

Namun, sejarah pernah mencatat puncak kajian bahasa Arab pada masa itu, digawangi oleh tokoh-tokoh yang berasal dari luar bangsa Arab. 

Para ulama tersebut, mempunyai banyak karya yang menjadi rujukan penting hingga sekarang. Kegigihan dan ketekunan merekalah yang mampu melahirkan sejumlah warisan intelektual yang diakui sepanjang masa. 

Republika.co.id, mencoba merangkum lima ulama terkemuka non-Arab yang sukses melestarikan dan menjaga bahasa Arab, sebagai bahasa yang sangat krusial dalam Islam.

Sibawaih

Dunia Islam mengenalnya dengan panggilan Sibawaih. Nama aslinya Abu Bisyr Amr bin Utsman bin Qanbar al-Bishri (w 760-796 M). 

Yaqut al-Hamawi dalam Mu’jam al-Udaba’ menggelarinya dengan sebutan “Sang Pemilik 30 Aroma Harum”. Ini tak lain karena ketenaran dan kepakarannya dalam bahasa Arab. 

Dia mengarang kitab gramatikal pertama yang berjudul al-Kitab. Sibawaih merupakan murid Al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi dan Yunus bin Habib, dua orang ahli bahasa. Tokoh kelahiran Shiraz, Persia (kini Iran) ini didapuk sebagai pakar bahasa Arab terbesar dalam sejarah Islam.  

- Abu Ali al-Farisi 

Dia adalah Abu Ali al-Hasan bin Ahmad Abdul Ghafar bin Abban al-Farisi. Tokoh kelahiran Fasa, Persia 901 M ini belajar linguistic dari Ibnu Duraid. 

Di antara karyanya yang terkenal adalah at-Tadzkirah fi Ulumm al-Arabiyah dan Jawahir an-Nahwi. Tidak hanya dikenal sebagai pakar linguistic, dia juga tersohor lewat kepakaran di bidang ilmu qiraat. 

- Ibnu Jinni al-Mushili  

Dia berdarah Romawi. Nama lengkapnya Abu al-Fath Utsman bin Jinni. Mengutip Wafyat al-A‎'yan, karya Ibnu Khalikan, tokoh kelahiran Mousul, Irak ini terkenal dengan sebutan Sang Imam Bahasa Arab. Dia juga mahir di bidang sastra Arab. 

Di antara kitabnya yang terkenal adalah al-Luma’ Fi al-Arabiyyah, al-Khasaish, dan al-Munshif. Dia meninggal pada 1001 M. 

- Ibnu Faris

Nama lengkapnya adalah Abu al-Husein Ahmad bin Faris bin Zakariya bin Muhammad ar-Razi, tetapi lebih sering dipanggil dengan Ibnu Faris. Dia berasal dari Qoawin. Tokoh yang wafat pada 1004 M ini memiliki sumbangsih besar dalam melahirkan teori-teori kebahasaan. 

- Zamakhsyari

Tokoh kelahiran Turkistan ini, juga dikenal piawai di bidang tafsir melalui kitabnya yang fenomenal, yaitu al-Kasyaf dan Asas al-Balaghah. Dia meninggal pada 12 Juni 1144. Sejarah mencatat, dia merupakan pakar bahasa Arab pada masanya dan tak tertandingi. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA