Sabtu 02 Dec 2017 16:43 WIB

Kemenag Ingin Ada Kaderisasi Ulama

Rep: Muhyiddin/ Red: Esthi Maharani
Kitab Kuning
Foto: Antara
Kitab Kuning

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama menyelenggarakan Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang, Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 1-6 Desember 2017. Direktur pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, Ahmad Zayadi menginginkan kegiatan tersebut bisa meningkatkan kemampuan santri dalam mendalami ilmu agama Islam melalui sumber kitab kuning.

Menurut dia, lomba membaca kitab kuning ini juga sebagai proses kaderisasi ulama. "Saya ingin menegaskan bahwa MQK sebagai upaya untuk memotivasi dan meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam bersumber kitab kuning sebagai bagian dari proses kaderisasi ulama dan tokoh masyarakat di masa depan," ujarnya kepada Republika.co.id, Kamis (30/11).

(Baca juga: Menag: Rasulullah Adalah Sosok Pencinta)

Selain itu, lanjut dia, MQK diselenggarakan juga untuk menjalin silaturahmi antar pondok pesantren seluruh Indonesia dalam rangka terwujudnya persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Dan yang perlu digarisbawahi adalah MQK sebagai upaya menjaga dan menguatkan ruh pesantren agar tidak pudar tergerus oleh zaman. Tanpa kajian kitab kuning, maka pondok pesantren tidak sempurna keberadaannya," ucapnya.

Sebagai informasi, tidak kurang dari 2.680 santri diperkirakan akan ikut ambil bagian pada gelaran tiga tahunan ini. Menurut Zayadi, setidaknya ada tiga perlombaan pokok dalam MQK. Pertama, lomba membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning. Total ada 25 bidang yang akan dikompetisikan dan terbagi dalam tingkatan, yaitu tingkat dasar, menengah, dan tinggi.

Selain MQK ke-VI, Kemenag juga akan menggelar lomba debat konstitusi berbasis kitab kuning yang akan menggunakan Bahasa Arab dan Inggris. Selain itu, juga akan diselenggarakan Eksibisi, yaitu pertunjukkan atraktif tentang nazham kitab populer di pondok pesantren yang diisi oleh tim beranggotakan maksimal lima orang dari setiap kafilah.

Selain tiga kegiatan pokok tersebut, juga ada sejumlah kegiatan penunjang yang dihelat di lokasi MQK, seperti kegiatan Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren, Sarasehan dan Musyawarah MQK, Bazar dan Pameran Produk Pondok Pesantren, Diskusi Kepesantrenan dan Kitab Kuning, serta kegiatan Pentas Seni kaum santri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement