Senin 20 Nov 2017 17:18 WIB

Deklarasi Jakarta, Suarakan Islam Moderat ke Dunia

Rep: Muhyiddin/ Red: Agus Yulianto
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin.
Foto: Republika/Prayogi
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama akan menggelar International Islamic Education Expo (IIEE) di Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Banten yang akan digelar mulai tanggal 21-24 November 2017. Dalam pameran Pendidikan Islam terbesar ini terdapat berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya Deklarasi Jakarta.

Deklarasi Jakarta ini akan dibacakan bersama para tokoh agama dan pendidikan pada pembukaan IIEE yang akan dilaksanakan Selasa (21/11) besok. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Prof Kamaruddin Amin mengatakan, bahwa deklarasi tersebut bertujuan untuk menyuarakan Islam Indonesia yang moderat, toleran, dan multikultural kepada dunia.

"Selain ada dua seminar Internasional juga akan ada Deklarasi Jakarta. Deklarasi ini ingin menyuarakan pada dunia Internasional bahwa Islam itu agama yang mengandung nilai-nilai rahamatal lil alamin," ujar Kamaruddin, Senin (20/11).

dIa menjelaskan, salah satu isi Deklarasi Jakarta tersebut akan menyuarakan bahwa Islam Indonesia tidak boleh dieksploitasi untuk tercapainya tujuan-tujuan tertentu, apalagi tujuan politik. "Itu salah satu isi daripada deklarasi itu. Kemudian mengajak kepada seluruh umat beragama di dunia, khususnya Indonesia, untuk bahu membahu merefleksikan keberagamannya untuk hidup sama-sama," ucapnya.

Menurut dia, selama ini, masyarakat Indonesia bisa menjalankan ajaran agama masing-masing dan bisa hidup secara berdampingan antar umat beragama. Karena itu, hal ini harus ditunjukkan kepada masyarakat Internasional. "Ini juga menjadi salah satu poin yang ingin kita sampaikan kepada publik dunia, kepada publik Internasional, sehingga kita menyebutnya sebagai Indonesia untuk perdamaian dunia," katanya.

Kamaruddin mengatakan, gagasan Deklarasi Jakarta terinspirasi oleh The Aman Massage atau Risalah Aman, Jordania. Meski negaranya tidak sebesar Indonesia, Jordania mampu berbicara mewakili Muslim di panggung Internasional melalui risalah tersebut. "Sehingga, kita memiliki harapan yang sama terhadap deklarasi ini, guna menunjukan eksistensi Indonesia di bidang Pendidikan Islam pada dunia Internasional," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement