Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Muslim di Timur Tengah Menyambut Libur Idul Adha

Sabtu 02 Sep 2017 00:53 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Andi Nur Aminah

Shalat Idul Adha di Suriah (Ilustrasi)

Shalat Idul Adha di Suriah (Ilustrasi)

Foto: AP/Syrian Presidency via Facebook

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Di saat hampir dua juta Muslim menjalankan ibadah haji di Arab Saudi dan melontar jumrah, jutaan Muslim di berbagai belahan dunia juga mulai memasuki libur Idul Adha. Di Mesir, jutaan Muslim menghadiri shalat Id di berbagai lokasi.

Kepala Departemen Agama Kementerian Waqaf Mesir Jaber Tayei mengatakan, ada sekitar 5.000 lokasi penyelenggaraan shalat Idul Adha di Mesir, demikian dilansir Middle East Monitor, Jumat (1/9). Di Kota Al-Bab, Suriah, ribuan Muslim juga menjalankan shalat Id di masjid Omar bin Al-Khattab sebelum akhirnya menyembelih hewan ternak. Warga yang menghadiri shalat Id mengaku bahagia karena ini merupakan Idul Adha pertama setelah kota itu berhasil diambil alih dari kelompok teroris tahun lalu.

Di Lebanon, ribuan Muslim juga melaksanakan shalat Idul Adha di Masji Mohammed al-Ameen di pusat Kota Beirut. Dalam khutbahnya, Mufti Utama Lebanon Syekh Abdul Latif Darian mengingatkan Muslim di sana akan kondisi Palestina. "Bila Muslim di belahan dunia lain bisa bersuka cita, tetap ingat Palestina dan Al-Aqsa masih di bawah tekanan Israel," kata Syekh Darian.

Syekh Darian mengajak umat Islam tak melupakan nasib Palestina. Sebab, kehormatan umat Islam terletak pada kemerdekaan Palestina.

Sementara itu, ribuan warga Palestina di Gaza merayakan Idul Adha dengan menyembelih hewan kurban di sejumlah lokasi, baik area publik maupun permukiman. Idul Adha tahun ini berlangsung di tengah kondisi ekonomi yang demikian sulit.

Berdasarkan informasi Kementerian Pertanian Gaza, belanja warga untuk hewan kurban tahun ini relatif rendah meskipun harga hewan kurban cenderung turun. Blokade ekonomi Israel terhadap Palestina membuat tingkat kemiskinan dan pengangguran di Palestina tetap tinggi. Sekitar 80 persen warga Gaza bergantung pada bantuan internasional.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA