Senin 28 Aug 2017 17:15 WIB

Pemakaman Muslim di Slovenia Masih Minim

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko
Slovenia
Foto: greenwichmeantime.com
Slovenia

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Namun, beberapa kota memiliki area pemakaman yang terpisah dengan agama lain, seperti di Jesenice, Maribor, Krsko, dan Trzic. Kota Ljubljana belum memiliki pemakaman khusus Muslim. Terdapat sebuah situs warisan berupa pemakaman tentara Muslim Perang Dunia I yang ditandai dengan batu nisan bertulis bahasa Arab.

Tak hanya pemakaman, masjid yang belum selesai dibangun menyebabkan umat Muslim sulit mencari tempat untuk shalat sunah Idul Fitri dan Idul Adha. Biasanya mereka menyewa gedung olahraga untuk shalat Id.

Ibadah kurban pun harus diselenggarakan secara diam-diam karena terbatasnya biaya dan legalitas dari negara. Sertifikasi halal baru dilakukan pada 2007 oleh komunitas Islam. Toko daging pertama dengan sertifikat halal telah dibuka tahun 2008. Hal ini menunjukkan bahwa mereka masih belum mudah untuk menjangkau komoditas pangan yang kehalalannya terjamin.

Beberapa perusahaan ekspor telah memiliki sertifikasi halal lebih lama. Namun, undangundang di Slovenia mewajibkan hewan harus dipingsankan dahulu sebelum disembelih, kecuali bagi penyembelihan untuk kurban dan konsumsi pribadi. Namun, karena hampir tidak ada Muslim di pedesaan, legalitas penyembelih an halal masih belum jelas.

Umat Islam di sana masih berharap agar pemerintah memfasilitasi harapan untuk kemudahan mendapatkan makanan halal. Hal tersebut dibutuhkan karena konsumsi komoditas halal merupakan bagian dari keyakinan mereka untuk dekat dengan Allah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement