Senin 07 Nov 2016 16:30 WIB

Evliya Celebi Mimpikan Rasulullah

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Agung Sasongko
Evliya Celebi, ilustrasi
Foto: http://www.gemliklife.net
Evliya Celebi, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak kecil, Evliya sudah mendengar cerita-cerita petualangan dari ayahnya saat ayahnya ikut dalam perjalanan menemani dan melayani para sultan Turki Utsmani. Hal ini rupanya memantik keinginan Evliya untuk melakukan hal serupa.

Satu ketika, Evliya bermimpi bertemu Rasulullah dalam sebuah kumpulan jamaah di Masjid Ahi Celebi, Istanbul. Makin menggebulah keinginan Evliya untuk bertualang. Berbekal nasihat seorang syekh yang ia mintai nasihat atas mimpi bertemu Rasulullah itu, Evliya memulai penjelajahannya dari Istanbul.

(Baca: Evliya Celebi, Petualang dan Penghibur Pasukan Ustmaniyah)

Sejak saat itu, Evliya menjelajahi wilayah kekuasaan Turki Utsmani dan negara- negara sekitarnya selama 40 tahun. Terlahir dari keluarga cukup berada, Evliya sebenarnya bisa mendapat dukungan yang cukup dari keluarganya selama melakukan perjalanan. Namun, ia lebih memilih bekerja selama perjalanannya.

Ini mengajar kannya untuk bisa beradaptasi dengan beragam situasi dan mengapitalisasi kemahiran yang telah ia pelajari. Imam, muazin, kurir, pendongeng, dan penyanyi adalah sebagian pekerjaan yang pernah ia jalani dalam 40 tahun penjelajahannya.

Catatan perjalanan Sebagai dokumentasi atas perjalanan dan petualangannya, Evliya menulis Seyahatname(Buku Perjalanan) dalam 10 volume yang berisi informasi dan catatan perjalanan negeri- negeri ia singgahi. Volume 1 (1630) Istanbul dan Sekitarnya, Volume 2 (1640) Anatolia, Kaukasus, Crete, dan Azerbaijan, Volume 3 (1648) Suriah, Palestina, Armenia, dan Rumelia, Volume 4 (1655) Anatolia Timur, Irak, dan Iran, Volume 5 (1656) Rusia dan Balkan, Volume 6 (1663/1664) Kampanye Militer di Hongaria, Volume 7 (1664) Austria.

Crimea, dan Kaukasus (untuk kedua kali), Volume 8 (1667- 1670) Yunani, Crimea dan Rumelia (untuk kedua kali), Volume 9 (1671) Berhaji ke Makkah, dan Volume 10 (1672) Mesir dan Sudan. Catatan perjalanan yang dibuat tak hanya hasil petualangan di luar tugas resmi kerajaan, tapi juga hasil perjalanan resmi kala menemani sultan Turki Usmani melakukan kunjungan rutin, seperti ke Rusia dan Crimea. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement