Rabu 05 Oct 2016 13:57 WIB

Keutamaan Puasa Asyura

Puasa, Ilustrasi
Foto: Reuters
Puasa, Ilustrasi

Oleh: Moch Hisyam

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tak terasa, saat ini kita tengah berada di bulan pertama tahun 1438 Hijriyah. Kita berharap di tahun yang baru ini, amalan-amalan bisa semakin meningkat dan diterima oleh Allah SWT. Untuk itu, mari kita awali tahun ini dengan melakukan amalan-amalan yang wajib maupun sunah dengan sebaik-baiknya dan penuh semangat.

Salah satu amalan yang bisa  kita lakukan untuk mengawali tahun yang baru ini adalah dengan melaksanakan puasa sunah Asyura. Puasa sunah yang dilakukan pada tanggal 10 Muharam ini merupakan puasa sunah yang utama. "Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharam. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam." (HR Muslim).

Puasa Asyura mendapatkan perhatian besar dari Rasulullah SAW. Ibnu Abbas berkata: "Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari Asyura dan puasa bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan Muslim).

Banyak sekali manfaat dan hikmah yang dapat kita raih bila kita melaksanakan puasa Asyura. Pertama, sebagai wujud syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang beriman dari kejahatan orang-orang kafir, yaitu selamatnya Nabi Musa dan Harun AS bersama Bani Israil dari kejahatan Firaun dan bala tentaranya.

Kedua, meneladani Nabi Musa, Harun, dan Nabi Muhammad SAW, yang berpuasa pada hari Asyura. Ketiga, meneladani para sahabat RA yang melakukan puasa Asyura, bahkan melatih anak-anak mereka untuk melakukan puasa Asyura.

Hal ini dapat kita pahami dari hadis Rasulullah SAW. "Dari Ibnu Abbas RA berkata: 'Nabi SAW tiba di Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari Asyura'. Beliau bertanya kepada mereka: 'Ada apa ini?' Mereka menjawab, 'Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini.' Nabi SAW bersabda, 'Saya lebih layak dengan Nabi Musa dibandingkan kalian. Maka beliau berpuasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa Asura'." (HR Bukhari dan Muslim).

Keempat, menghapus dosa setahun yang lalu. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu" (HR Muslim).

Imam an-Nawawi berkata: "Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar." (Majmu' Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279).

Dalam praktinya, ada tiga tingkatan dalam melaksanakan puasa Asyura, sebagaimana yang diungkapkan oleh al-Imam asy-Syaukani dan al-Hafidz Ibnu Hajar, beliau mengatakan, "Asyura ada tiga tingkatan. Yang pertama puasa di hari ke-10 saja, tingkatan kedua puasa di hari kesembilan dan ke-10, dan tingkatan ketiga puasa di hari kesembilan,10, dan 11."

Semoga Allah SWT memberikan kesehatan jasmani dan rohani kepada kita serta memberi kekuatan untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas amal kita, yang salah satunya adalah melaksanakan ibadah puasa Asyura yang akan segera datang. Amin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement