REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bulan ini sudah memasuki musim haji. Di tahun 1437 H, Laznas BMH menergetkan 18 ribu hewan kurban. Program Kurban Berkah Nusantara tahun ini mengangkat tagline 'Berkorban dengan Berqurban'. Target hewan kurban tahun ini didasarkan pada perolehan BMH pada Ramadhan 1437 H yang mencapai kenaikan sebesar 40 persen.
"Dengan kenaikan diatas 40 persen dana zakat terhimpun lewat BMH saat Ramadhan. Maka diproyeksikan qurban bisa meraih target yang ditetapkan," ujar Dirut BMH Supendi.
Dari 18.000 hewan kurban, BMH telah menetapkan sasaran distribusi kepada masyarakat yang memang tidak setiap tahun bisa menyelenggarakan ibadah qurban. Presentase terbesar distribusi hewan qurban BMH akan lebih banyak ke daerah pedalaman, desa terpencil, rawan pangan dan perbatasan. Seperti yang terdapat di daerah Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa misalnya.
"Selain minoritas masyarakat Muslim di sini berprofesi sebagai buruh bangunan," kata dia.
Rencananya ada empat desa yang jadi sasaran kurban di Kabupaten ini. Sedang daerah lain yang juga hampir sama kondisinya yakni di kecamatan Ngemplak, Kabupaten Ponorogo. Daerah ini mayoritas berprofesi petani dengan mengandalkan sawah tadah hujan sebagai sumber untuk kebutuhan sehari hari dan memenuhi kebutuhan harian.
“Selain itu sebagai bentuk solidaritas kepada sesama Muslim yang hingga kini dilanda duka, BMH akan tetap melakukan distribusi qurban ke tiga negara, yaitu Palestina, Suriah dan Rohingya,” kata Supendi.
Dengan sebaran daerah distribusi yang meliputi pedalaman, desa terpencil dan perbatasan, maka berkorban dengan berqurban di BMH juga akan menguatkan syiar dan dakwah Islam di tiga kriteria lokasi atau daerah tersebut. Untuk kemudahan menunaikan qurban melalui BMH, berbagai fasilitas kemudahan dalam berdonasi bisa dilakukan, mulai dari jemput qurban, transfer sampai dengan payment gateway melalui website bmh.




