Rabu 29 Apr 2026 05:41 WIB

Benarkah Kisah Nabi Kecil Dititipkan ke Halimatus Sa'diyah Jadi Justifikasi Daycare?

Kehidupan rumah tangga Nabi menjadi contoh pola pengasuhan.

Rep: Muhyiddin/ Red: A.Syalaby Ichsan
oto bayi dalam kondisi diikat di tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta.
Foto: Republika/ Wulan Intandari
oto bayi dalam kondisi diikat di tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, Maraknya kasus kekerasan di tempat penitipan anak (day care) kembali memantik perhatian publik. Kasus dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, yang viral setelah beredarnya foto bayi diikat, menjadi alarm bagi para orang tua untuk lebih selektif dalam memilih tempat penitipan anak.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta, KH Ahmad Muhamad Mustain Nasoha menjelaskan, Islam telah memberikan teladan pengasuhan anak yang ideal melalui kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga

"Dalam praktik kehidupan rumah tangga Nabi Muhammad SAW, pengasuhan anak berlangsung dengan pola yang langsung, penuh keterlibatan, dan berbasis keluarga, bukan dengan sistem penitipan massal seperti day care modern," ujar Gus Mustain, sapaan akrabnya, kepada Republika, Selasa (28/4/2026).

Dalam berbagai riwayat sirah dan hadis, Rasulullah SAW dikenal sangat dekat dengan anak-anak. Beliau kerap menggendong, mencium, bermain bersama mereka, bahkan memperpendek sholat ketika mendengar tangisan bayi. Menurut Gus Mustain, hal ini menunjukkan bahwa kedekatan emosional dan keterlibatan langsung orang tua merupakan inti pengasuhan dalam Islam.

Ia menuturkan, para istri Nabi Muhammad SAW atau Ummahatul Mukminin menjalankan pengasuhan dalam lingkungan keluarga yang kuat, baik secara sosial maupun spiritual. Anak-anak, baik anak kandung, anak kerabat, maupun anak-anak yang berada di sekitar rumah Nabi, diasuh dalam lingkup keluarga dan komunitas terdekat.

Dalam khazanah fikih, konsep hadhanah atau pengasuhan anak menempatkan ibu sebagai pihak yang paling utama. "Dalam kitab-kitab fikih seperti Kitab Tuhfatul Mughtaj dan Kitab Hasyiyah Ibnu Abidin, ditegaskan bahwa hadanah (pengasuhan) secara prinsip berada pada ibu dan keluarga terdekat, karena mereka yang paling mampu memberikan kasih sayang dan perhatian yang dibutuhkan anak," kata Kiai Mustain.

Ia menambahkan, tidak ditemukan riwayat bahwa istri-istri Nabi menitipkan anak dalam bentuk sistem jasa penitipan sebagaimana day care modern. Meski demikian, Islam tidak menutup kemungkinan adanya bantuan pengasuhan dari pihak lain apabila diperlukan.

photo
ILUSTRASI Rasulullah SAW. - (dok publicdomainpictures)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement