Senin 08 Aug 2016 20:43 WIB

Mahar Islam Ummu Sulaim

Allah/Ilustrasi
Allah/Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang-orang banyak membicarakan Anas bin Malik dan juga ibunya, Ummu Sulaim dengan penuh takjub dan bangga. Begitu pula Abu Thalhah, mendengar kabar tersebut sehingga menjadikan hatinya cenderung cinta dan takjub. Kemudian ia beranikan diri melamar Ummu Sulaim dan menyediakan baginya mahar yang tinggi.

Akan tetapi, tiba-tiba saja pikirannya menjadi kacau dan lisannya menjadi kelu tatkala Ummu Sulaim menolak pinangannya. Ummu Sulaim berkata, "Sesungguhnya tidak pantas bagiku menikah dengan orang musyrik. Ketahuilah wahai Abu Thalhah, bahwa tuhan-tuhan kalian adalah hasil pahatan orang dari keluarga fulan, dan sesungguhnya seandainya kalian mau membakarnya, maka akan terbakarlah tuhan kalian".

(Baca: Akhlak Mulia Ummu Sulaim)

Abu Thalhah merasa sesak dadanya, kemudian dia berpaling sedangkan dirinya seolah-olah tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat dan dia dengar. Akan tetapi, cintanya yang tulus mendorong dia kembali pada hari berikutnya dengan membawa mahar yang lebih banyak, roti maupun susu dengan harapan Ummu Sulaim akan luluh dan menerimanya.

Akan tetapi, Ummu Sulaim adalah seorang daiyah yang cerdik, yang tatkala melihat dunia menari-nari di hadapannya berupa harta, kedudukan dan laki-laki yang masih muda, dia merasakan bahwa keterikatan hatinya dengan Islam lebih kuat daripada seluruh kenikmatan dunia. Ummu Sulaim berkata dengan sopan, "Orang seperti anda memang tidak pantas ditolak, wahai Abu Thalhah, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan saya adalah seorang Muslimah, sehingga tidak baik bagiku menerima lamaranmu".

Abu Thalhah bertanya, "lantas apa yang engkau inginkan?". Ummu Sulaim berkata, "Datanglah kepada Rasulullah untuk itu!". Maka pergilah Abu Thalhah untuk menemui Nabi yang tatkala itu sedang duduk-duduk bersama para sahabat. Demi melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah bersabda, "Telah datang kepada kalian Abu Thalhah, sedang sudah tampak cahaya Islam di kedua matanya".

Selanjutnya, Abu Thalhah menceritakan kepada Nabi tentang apa yang dikatakan oleh Ummu Sulaim, maka dia menikahi Ummu Sulaim dengan mahar keislamannya.  Atas dasar tersebut, Ummu Sulaim digelari sebagai wanita yang mulia. Sebab mahar pernikahannya adalah Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement