Senin 30 Mar 2026 17:18 WIB

Hampir Perang, Rasulullah Gagalkan Politik Adu Domba Pemuka Yahudi di Madinah

Pemuka Yahudi memanfaatkan luka lama permusuhan antara suku.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
ILUSTRASI Masjid Nabawi
Foto: pxhere
ILUSTRASI Masjid Nabawi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Upaya memecah belah umat Islam di Madinah pernah dilakukan melalui politik adu domba yang licik oleh seorang tokoh Yahudi, Syas bin Qais. Ia memanfaatkan luka lama permusuhan antara suku Aus dan Khazraj yang nyaris kembali tersulut, meski keduanya telah dipersatukan oleh Islam. Dalam situasi genting itu, Nabi Muhammad SAW dengan sigap turun tangan, menenangkan dan mengingatkan mereka agar tidak kembali pada fanatisme Jahiliyah. Peristiwa ini menjadi bukti bagaimana Rasulullah SAW berhasil menggagalkan provokasi Yahudi dan menjaga persatuan umat dari ancaman perpecahan.

Syekh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri dalam buku Sirah Nabawiyah mengisahkan, Ibnu Ishaq berkata bahwa Syas bin Qais adalah seorang tokoh Yahudi yang sudah tua renta dan pemimpin kekufuran. Dia sangat membenci dan mendengki orang-orang Muslim.

Baca Juga

Suatu Ketika Syas bin Qais melewati beberapa sahabat dari suku Aus dan bani Khazraj yang sedang berkumpul dan berbincang-bincang dalam suatu majlis.

Melihat hal itu, Syas bin Qais menjadi meradang karena melihat kerukunan, persatuan dan keakraban di antara sesama mereka karena Islam.

Padahal semasa Jahiliyah, Aus dan Khazraj selalu bermusuhan (berperang karena politik adu domba Yahudi).

photo
Infografis Sejarah Perang Badar - (Republika)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement