REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sejarah Islam kerap menonjolkan peran besar kaum pria dalam membangun peradaban dan ilmu pengetahuan. Namun, di balik itu, terdapat kontribusi perempuan Muslim yang tak kalah penting dalam peradaban Islam.
Sejak masa awal Islam, perempuan telah tampil sebagai aktor perubahan. Mereka bukan hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga hadir sebagai cendekiawan, penyair, mistikus, penguasa, hingga pejuang di medan perang.
Pada masa Nabi Muhammad SAW, sejumlah perempuan bahkan terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan di tengah konflik. Sebagian merawat korban luka, sementara lainnya turut mengangkat senjata.
Salah satu sosok menonjol adalah Nusaiba binti Ka'ab al-Ansariya atau Ummu ‘Ammarah. Ia dikenal sebagai pejuang tangguh dalam Perang Uhud, melindungi Nabi dari serangan musuh. Di sela pertempuran, ia juga merawat prajurit yang terluka.
"Nusaiba binti Ka'ab al-Ansariya adalah seorang pejuang dan praktisi medis yang terkenal. Dia adalah salah satu mualaf pertama dalam Islam," tulis Madiha Sadaf di laman Aboutislam, Ahad (12/4/2026).




