Selasa 19 Apr 2016 08:54 WIB

Muslim AS Desak Parlemen Tangani Islamofobia

Rep: c25/ Red: Damanhuri Zuhri
Muslim Amerika Serikat (ilustrasi)
Foto: AP/Sue Ogrocki
Muslim Amerika Serikat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Ratusan Muslim AS berkumpul di Capitol Hill. Mereka mendesak parlemen segera mengatasi Islamofobia dan kesenjangan ekonomi di AS.

"Komunitas Muslim AS berada di bawah tekanan karena retorika politik," kata Naeem Baig, Presiden Islamic CIrcle of North America, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (19/4).

Pemilihan tahun ini telah dipanaskan dengan retorika anti-Muslim, dengan kadidat dari Partai Republik yang menyerukan larangan Muslim masuk ke AS. Bahkan, mereka memiliki gagasan untuk meningkatkan pengawasan terhadap masyarakat Muslim yang ada.

Baig berharap parlemen dapat memahami kalau mereka tidak bekerja untuk Wall Street, dan mereka ada untuk mewakili konstituen dan orang-orang yang memilih mereka. Tahun ini, Advokasi Muslim Day menjadi yang kedua, dan berhasil mengajak sekitar 300 peserta dari seluruh As untuk melobi parlemen.

Tidak sekadar mendesak penanganan Islamofobia, mereka turut menekan parlemen pada tiga resolusi lain, yang mencakup topik kurangnya akses pangan di perkotaan. Selain itu, mereka meminta ada upaya pemerintah memerangi ekstrimisme dan kekerasan yang terjadi.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement