Ahad 17 Apr 2016 16:16 WIB

Jalur Tawaf dan Sai Kerap Berubah, Jamaah Diminta Waspada

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Achmad Syalaby
Jamaah melaksanakan ibadah tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (12/9).  (foto : AP)
Jamaah melaksanakan ibadah tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Sabtu (12/9). (foto : AP)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemilik Travel Umrah Adinda Az Zahra Priyadi Abadi mengatakan pihaknya telah memberikan informasi kepada seluruh calon jamaah umrah terkait situasi terkini Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. 

Menurut dia, jalur dan akses untuk tawaf dan sai berubah-ubah memerlukan perhatian ekstra. Perubahan jalur memang sifatnya tidak permanen, karena pembangunan yang dilakukan bertahap. Meski demikian, buka tutup jalur pun tidak terhindarkan. 

Priyadi mengatakan, setiap bulan ada saja perubahan jalur tempat Sai. Dia pun mengalami langsung, jalur yang dilalui Awal April berbeda dengan tiga bulan lalu. Namun demikian, pekerja dan kontraktor dinilai telah bekerja dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan jamaah umrah untuk beribadah. Jalur baru yang dibuka pun biasanya dipersiapkan dengan baik seperti kebersihan dan fasilitas karpet. 

"Jembatan Mataf saat ini sedang dalam tahap pembongkaran, jamaah yang akan melakukan tawaf pun sudah tidak bisa lagi di jembatan, seluruhnya di bawah," jelas dia kepada Republika.co.id, Ahad (17/4). Untuk mengantisipasi keamanan pihaknya selalu memberikan panduan saat manasik umrah.

Saat manasik terakhir pada Sabtu (16/4), Priyadi mengatakan kepada jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat bahwa jalur dan akses yang berubah-ubah perlu kewaspadaan lebih agar tidak tersesat. Jamaah umrah pun selalu diingatkan untuk bepergian tidak sendiri dan harus bersama rombongan.

"Dimohon seluruh calon jamaah umrah selalu mengenakan kartu identitas, selalu bersama rombongan agar tidak tersesat," jelas dia. Agar tidak terjadi yang diinginkan saat melakukan tawaf dan sai, sebaiknya calon jamaah umrah mengikuti petunjuk.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement