Selasa 05 Apr 2016 08:42 WIB

Perbedaan Seakan Dipertajam, Umat Diminta Jaga Kemajemukan

Rep: c25/ Red: Muhammad Subarkah
Hamdan Zoelva di perpustakaan Museum Kepresidenan Istana Bogor.
Foto: Twitter
Hamdan Zoelva di perpustakaan Museum Kepresidenan Istana Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Indonesia memang banyak mengalami masalah-masalah perbedaan. Diperlukan kesadaran semua pihak untuk menjaga kemajemukan.

Ketua Umum Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva, mengingatkan pentingnya menjaga kemajemukan bagi bangsa sebesar Indonesia, dalam kehidupan sehari-hari. Pasalnya, ia menilai saat ini banyak perbedaan yang seakan ditonjolkan, dan hendak memecah persatuan bangsa.

"Sekarang banyak perbedaan yang menonjol, jadi memang harus diutamakan pendekatan kemajemukan," kata Hamdan, Senin (4/4).

Pendekatan kemajemukan, lanjut Hamdan, dapat membangun dan memajukan Indonesia, dengan mempererat hubungan setiap elemen bangsa. Selain itu, ia melihat dengan menjaga kemajemukan dapat menghindari perbedaan-perbedaan, yang belakangan semakin dipertajam.

Hamdan menuturkan dalam Islam saja, ada pihak-pihak yang seakan terus memperuncing keadaan, yang tentunya berbahaya bagi keutuhan umat Islam di Indknesia. Padahal, ia merasa perbedaan di antara manusia memang sesuatu yang sunatullah, dan tidak bisa dihindari.

Untuk itu, Hamdan menegaskan pentingnya menjaga kemajemukan lewat komunikasi, sebagai usaha merekatkan bangsa Indonesia. Ia menambahkan kalau keindahan kemajemukan harus ditonjolkan, sehingga perbedaan-perbedaan yang ada tidak terlihat menonjol.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement