REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbedaan memang menjadi soal utama di Timur Tengah. Namun, Indonesia dinilai memiliki pengalaman yang cukup menghadapi perbedaan yang ada.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Hasyim Muzadi mengatakan, tidak pernah ada perbedaan yang menjadi masalah besar dalam sejarah umat Islam di Indonesia. Menurut Hasyim, umat Islam di Indonesia senantiasa mampu menyelesaikan masalah perbedaan dengan damai yang menjadi solusi akhir.
"Sisi agama dari dulu tenang, selisih cuma sedikit, bisa selesai dengan damai dan tidak lagi dibicarakan," kata Hasyim.
Ia menjelaskan, perbedaan yang pernah ada sekalipun, seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, cuma perbedaan mazhab dan bukan masalah besar. Perbedaan saat Idul Fitri sekalipun, Hasyim mengatakan, sekadar berbeda tanggal untuk merayakannya dan bukan berbeda hari raya atau perayaannya.
Hasyim menegaskan, baik NU maupun Muhammadiyah, merupakan Islam yang memang asli berasal dari Indonesia dan dapat mengisi nilai-nilai agama dengan baik. Karena itu, ia mengingatkan umat agar menolak paham yang mau mengubah Indonesia dan memecah Islam menjadi berkeping-keping.
Terkait kondisi Timur Tengah, Hasyim mengingatkan, setiap kelemahan yang ada dari sebuah negara akan dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk dijadikan propaganda. Hasyim menekankan, umat mampu waspada agar tidak mudah dieksploitasi pihak yang mau memecah Indonesia dan Islam.




