Rabu 02 Mar 2016 05:51 WIB

Diuji dengan Harta

Harta warisan (ilustrasi).
Foto: wordpress.com
Harta warisan (ilustrasi).

Oleh Firdaus

REPUBLIKA.CO.ID, Kecenderungan dan kecintaan kepada harta merupakan karunia Allah kepada manusia. Harta termasuk kesenangan hidup di dunia yang disediakan Allah bagi manusia. 

Allah berfirman, ''Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan pada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).'' (QS 3: 14).

Sebagai anugrah Allah, Muslim dituntut bekerja keras memperoleh harta dengan cara benar dan sesuai aturan Islam. Harta yang diberikan Allah merupakan amanah yang dipertanggungjawabkan Muslim di hadapan-Nya di akhirat kelak. 

Allah memberikan harta sesuai dengan kemampuan seseorang memelihara amanah itu. Allah berfirman, ''Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat. (QS 42: 27).

Harta yang dimiliki Muslim juga cobaan dari Allah. Ia diuji Allah, apakah mampu menggunakan harta sebagai sarana mendekatkan diri dan taat menjalankan perintah serta menghentikan Allah. Bahkan, harta mendorongnya semakin taat dan banyak mengingat Allah. Allah berfirman, ''Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.'' (QS 63: 9).

sumber : Pusat Data Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement