Senin 29 Feb 2016 21:57 WIB

Muhammadiyah Nilai Penyebarkan Ajaran Radikal Lewat Medsos Mencemaskan

Rep: c39/ Red: Muhammad Subarkah
 Pedagang menata buku di salah satu toko di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (20/10).
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pedagang menata buku di salah satu toko di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (20/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti menilai penyebaran ajaran radikal melalui Media Sosial (Medsos) dan internet sudah mencemaskan di Indonesia.

"Penyebarannya sangat masif melalui jaringan grup," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Senin (29/2)

Ia menjelaskan, terkadang karena kurangnya pemahaman, masyarakat juga langsung menyebarluaskan paham radikal tersebut dari satu grup ke yang lainnya. Kata Mu'ti, bahkan penyebaran paham radikal melalui medsos  bisa jauh lebih berbahaya karena diposting oleh orang yang dikenal, sehingga isinya dianggap benar.

"Terkadang suatu pendapat dapat diubah dari aslinya, sehingga berpotensi menyesatkan dan mengadu domba," ucapnya

Dengan kondisi mengkhawatirkan tersebut, Muhammadiyah memandang dan mendesak untuk segera melakukan edukasi kepada publik, khususnya di kalangan generasi muda karena keterbatasan pengetahuan, wawasan, dan pengalaman membuat mereka terpengaruh paham radikal.

"Perlu penyadaran melalui orang tua dan guru agar generasi muda tidak terpengaruh paham radikal atau paham yang menyesatkan," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement