Senin 26 Oct 2015 17:23 WIB

Buku Karya Fattani Buka Sejarah Muslim Malawi yang Tersembunyi

Rep: c35/ Red: Agung Sasongko
Muslim Malawi (Source: muslimmalawi.com)
Foto: muslimmalawi.com
Muslim Malawi (Source: muslimmalawi.com)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah sejarawan dan cendekiawan memuji buku Jejak Islam di Malawi karya Abdul Razzaq Fattani. Buku ini dinilai telah berhasil menggambarkan sejarah Islam di Malawi secara lengkap.

Cendekiawan Muslim sekaligus akademisi terkemuka negeri itu,  Dr Imran Shareef Mohammad, mengatakan, jejak Islam di Malawi telah memberikan pencerahan dalam sejarah agama.

"Ini adalah bahan materi yang baik, sepenggal teladan dari literatur yang menggambarkan apa yang telah dilakukan bersama-sama dalam pertumbuhan Islam di Malawi. Ini adalah bahan yang berharga untuk komunitas Muslim yang membawa pencerahan dari berbagai kesalahpahaman," kata Shareef.

Apresiasi juga disampaikan oleh sejarawan Dr Desmond Dundwa Phiri. Menurutnya, buku ini telah membuka fakta sejarah yang tersembunyi.

"Ada kebutuhan untuk meningkatkan upaya menerbitkan buku semacam ini. Sejarah dapat terdistorsi dengan sengaja jika tidak tercatat. Namun, jika telah ditulis, akan sangat sulit untuk dihapus. Karena itulah, penulisan buku seperti ini menjadi sangat penting," katanya.

Para cendekiawan Muslim, menurut dia, harus melakukan hal yang sama untuk melestarikan sejarah, khususnya sejarah Islam, sekaligus menyampaikan kebenaran.

Fattani pun berpendapat serupa. Ia dan cendekiawan Muslim lainnya akan terus berusaha menerbitkan buku-buku referensi yang dapat menumbuhkan kepercayaan dunia terhadap Islam, khususnya fakta-fakta tentang Islam di Malawi.

Fattani berharap, bukunya dapat dijadikan sumber referensi di seluruh dunia. Menurutnya, pemuda Muslim yang belajar sejarah negara Malawi harus tahu dan menghargai bagaimana Islam hadir dan berkembang di negeri ini. Mereka harus tahu pula betapa banyak Muslim yang telah berkontribusi bagi pertumbuhan Islam di Malawi.

"Dengan rendah hati, saya persembahkan buku ini kepada bangsa dan semoga bisa mendapatkan pengakuan secara nasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement