Selasa 13 Oct 2015 22:00 WIB

Tahun Baru Islam, Saatnya Introspeksi Diri

Rep: c35/ Red: Andi Nur Aminah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj.
Foto: Republika/Prayogi
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siradj.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun baru Islam 1437 H yang jatuh pada Rabu (14/10) menurut Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj merupakan saat yang tepat untuk melakukan tadabbur dan tafakur diri selama setahun terakhir. Dia mengungkapkan hal tersebut dalam tausyiahnya pada acara Doa Awal Tahun di Masjid An Nadhloh PBNU, Jakarta pada Selasa (13/10) malam.

"Mari kesempatan ini kita gunakan untuk bertafakur dan tadabbur amalan-amalan yang sudah kita lakukan selama setahun ini. Dan mari memproyeksikan hal-hal positif apa yang akan kita lakukan ke depannya," tuturnya.

Dia kemudian menjelaskan bahwa istighotsah merupakan doa bersama yang biasa dilakukan Nahdliyin. Doa bersama tersebut dia akui sebagai amalan yang baik. Karena menurutnya jika doa salah seorang hanya diterima 50 persen maka masih ada doa dari orang lain yang ikut doa bersama tersebut. Sehingga menurutnya disitulah fungsinya doa bersama, yang dirasa lebih efektif untuk diterima Allah SWT.

Selain istighotsah dia juga menjelaskan dzikir sebagai sarana mengingat Allah. Menurutnya, semua hal yang membuat kita mengingat Allah adalah termasuk dzikir. Sementara wirid menurutnya berasal dari kata warada yang artinya mengalir. Menurut dia wirid adalah suatu amalan dengan bacaan tertentu, dan pada waktu tertentu, dengan berharap kebaikan mengalir dari atas.

"Apapun upaya kita, apapun persiapan kita kalau tidak didasari dengan doa kepada Allah SWT maka percuma. Sama saja kita sombong kepada Allah SWT," jelasnya.

Dia meyakini semua hal yang terjadi dalam perjalanan hidup manusia sudah diatur oleh Allah SWT. Kalau ternyata dihitung banyak dosa menurutnya, seseorang harus memasang sikap roja' atau optimis bahwa Allah SWT pasti akan mengampuni.

Kemudian selanjutnya dalam melakukan proyeksi agenda ke depan harus memasang sikap khouf atau berhati-hati dan mengupayakan hal-hal yang baik. "Semoga gabungan doa kolektif kita didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT," tutupnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement