Senin 07 Sep 2015 06:37 WIB

Komunitas Muslim Amerika Sebarkan Film Dokumenter Islam

Rep: C27/ Red: Ilham
Muslim Amerika Serikat (ilustrasi)
Foto: AP/Sue Ogrocki
Muslim Amerika Serikat (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Menggunakan media film sebagai upaya memberikan penilaian positif tentang Islam menjadi pilihan terbaik dalam sebuah gelaran acara besar sebuah komunitas. Langkah ini dilakukan di tengah-tengah serangan pandangan negatif terhadap Islam yang disebabkan ISIL dan ISIS.

"Telah ada penurunan favorability Muslim dari 35% menjadi 27% pada tahun 2014, menurut sebuah jajak pendapat tahun 2014 oleh Zogby," kata Maha Elgenaidi, CEO dan ketua di ING (Jaringan Islam Group) dalam sambutan acara tahunan ISNA di Chicago, dilansir dari OnIslam, Senin (9/9).

Ia menjelaskan, melalui jajak pendapat tersebut mengungkapkan bahwa Islam dinilai sebagai agama paling negatif di antara agama-agama lainnya. Sebagai upaya mematahkan pandangan tersebut, acara ini memberikan pelbagai alternatif menarik untuk menjelaskan tentang bagaimana Islam, salah satunya dengan film dokumenter dan buku tentang pahlawan Muslim.

Ameena Jandali, seorang anggota pendiri Islamic Networks Group (ING), menjelaskan bahwa ISIL yang telah mendefinisikan persepsi Islam dan Muslim di kalangan orang Amerika. "Semua orang tahu Islam melalui ISIL," katanya. "Ini belum pernah terjadi sebelumnya dibandingkan dengan dekade sebelumnya."

Menurutnya, solusi yang bisa diberikan dengan memberikan pelbagai gambaran Muslim kesamaan dan pelbagi pengalaman dengan orang Amerika. Ditambah lagi dengan menyoroti kontribusi Muslim akan sangat membantu memperbaiki pandangan tersebut.

Daniel Tutt dari Unity Productions Foundation (UPF) yang memiliki misi menciptakan perdamaian melalui media, ia mencatat bahwa Islamphobia hampir mempengaruhi semua orang Amerika. Menurutnya, pada dasarnya warga Amerika baik, hanya saja mereka lebih sering mengenal Muslim dari berita-berita di media yang menayangkan ISIL atau pun ISIS.

"Hanya 45 persen tahu Muslim secara pribadi, sehingga sebagian besar orang tahu Muslim melalui media," ujarnya.

Untuk melawan penilaian negatif yang sudah tersebar pada warga Amerika, UPF menawarkan film-film dokumenter yang mereka sebut memanusiakan Muslim.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement