Kamis 06 Aug 2015 17:49 WIB
Muktamar Muhammadiyah

Pasangan Haedar-Siti Noordjanah Calon Kuat Persyarikatan, Din: tak Masalah

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Indah Wulandari
Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noorjannah Djohantini
Foto: ROL/Casilda Amilah
Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noorjannah Djohantini

REPUBLIKA.CO.ID,MAKASSAR -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan, tidak ada masalah jika kelak persyarikatan akan dipimpin pasangan suami istri.

Lantaran Muktamar Muhammadiyah ke-47 dan Muktamar Satu Abad Aisyiyah di Makassar, Sulawesi Selatan berpotensi menghasilkan tandem pasangan suami istri untuk memimpin dua persyarikatan tersebut.

"Tidak ada masalah kalau itu pilihan muktamirun dan muktamirat," kata Din dalam jumpa pers di Universitas Muhammadiyah Makassar, Kamis (6/8). 

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir berpotensi kuat menjadi Ketua Umum setelah mengantongi suara terbesar dalam Muktamar Muhammadiyah.

Begitu juga dengan istrinya sekaligus petahana Ketua Umum PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini yang juga mengantongi suara terbanyak dalam Muktamar Aisyiyah.

Din mengatakan, kalau itu kehendak Muktamar tidak ada masalah. Aturan dalam persyarikatan pun tidak membatasi hal itu.

Din mengatakan, pada awal berdirinya Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dan istrinya Nyai Siti Walidah memimpin Muhammadiyah dan Aisyiyah berdampingan. Itu tepatnya terjadi pada 1921-1922.

Din mengatakan, jika hal itu terjadi tentu ada dimensi positif dan negatif. Akan tetapi, Din menilai keduanya sudah mampu menunjukkan sikap profesional karena telah lama berkiprah dalam persyarikatan.

"Seyogyanya tidak perlu dipermasalahkan," ujar Din.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement