REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Lembaga Hubungan dan Kerjasama International Muhammadiyah Muhyiddin Junaidi mengatakan, sebelum dilaksanakannya Muktamar pada 3 Agustus mendatang di Makasar, sehari sebelumnya, Muhammadiyah akan menggelar acara Muhammadiyah International Meeting (MIM). Acara itu akan dihadiri sejumlah pakar Islam dari beberapa negara.
Nantinya, Muhammadiyah akan memanfaatkan momen itu untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang humanis dan demokratis, serta penuh toleransi. "Apa yang sudah dilakukan Muhammadiyah, perlu juga dilakukan ormas-ormas (Islam) yang lain. Baik yang berada di luar negeri, maupun di dalam negeri," jelas Muhyiddin kepada ROL, Senin (27/7).
Dalam acara MIM, lanjutnya, Muhammadiyah juga akan meminta saran dari para pakar dan pemerhati Islam dari berbagai macam negara yang mengetahui sejarah, serta riwayat Muhammadiyah. Hal ini dilakukan guna kemajuan Muhammadiyah di kemudian hari.
Ia menuturkan acara ini akan dilangsungkan pada 2 Agustus di Makasar. "Kami akan mengundang pakar Islam dari Singapura, Jepang, Norwegia, Maroko, Arab Saudi, Korea Selatan," paparnya. Selain untuk kemajuan organisasi, MIM diharapkan mampu membuat memberikan pandangan baru yanb objektif tentang Muhammadiyah.
Muktamar Muhammadiyah akan dilangsungkan pada 3 Agustus hingga 7 Agustus. Seperti diketahui, telah terjaring 82 calon ketua yang akan memimpin ormas Islam berlambang matahari tersebut.




