Selasa 17 Mar 2015 23:48 WIB

Baznas Salurkan 10 Ton Beras untuk Lansia

Wanita lansia.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Wanita lansia.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Badan Amil Zakat Nasional Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam waktu dekat ini akan menyalurkan bantuan beras kepada 2.000 warga lanjut usia di daerah ini.

"Jika tidak ada halangan, awal pekan depan kita akan merealisasikan pemberian beras kepada 2.000 warga lanjut usia (lansia) yang tersebar pada 50 kelurahan di Kota Mataram," kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mataram H Mahsar Malaca di Mataram, Selasa (17/3).

Dikatakannya, pembagian beras lansia ini merupakan program dari Pemerintah Kota Mataram sejak tahun 2012 untuk pemenuhan kebutuhan dasar sebagai upaya meningkatkan taraf hidup warga miskin, dengan jatah setiap lansia sebanyak lima kilogram per bulan.

"Kami dari Bazda dipercayakan untuk mengelola dan menyerahkan bantuan beras ini setiap bulan kepada lansia yang menjadi sasaran," katanya.

Menurutnya, penyaluran beras lansia tahun 2015 dijadwalkan paling lambat pekan depan merupakan jatah lansia untuk bulan Januari. Sedangkan jatah untuk bulan Februari direncanakan akan dibagikan setelah satu minggu kemudian, begitu juga untuk jatah bulan Maret dan April, selanjutkan pembagian tetap normal setiap bulannya.

Mahsar mengatakan, keterlambatan pembagian jatah beras lansia untuk bulan Januari dan Februari ini disebabkan anggaran untuk pengadaan beras lansia 2015 belum terealisasi di awal tahun.

Di samping itu, tingginya harga beras saat ini juga sangat berpengaruh terhadap kuota beras yang akan dibeli, mengingat pemerintah kota memberikan anggaran harga beras maksimal Rp10 ribu per kilogram termasuk untuk biaya kemasan.

Ia mengatakan, lansia yang mendapatkan beras setiap bulan ini sepenuhnya ditentukan oleh pihak kelurahan, karena mereka yang lebih mengetahui siapa warganya yang dinilai berhak dapat. "Begitu juga ketika ada lansia yang meninggal, maka jatahnya akan dialihkan ke lansia lainnya, sehingga sasaran pemberian beras lansia tetap 2.000 orang setiap tahun," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement