Rabu 29 Oct 2014 15:33 WIB

Pemimpin yang tak Haus Jabatan (1)

Rep: c70/ Red: Chairul Akhmad
Umar bin Abdul Azis menjadi teladan yang disegani pada masanya.
Foto: Artwallpaper.eu/ca
Umar bin Abdul Azis menjadi teladan yang disegani pada masanya.

REPUBLIKA.CO.ID, Ragam prestasi berhasil ditorehkan oleh Khalifah Umar bin Abd al-Aziz. Terlebih sejak diangkat sebagai khalifah Dinasti Umayyah menggantikan Sulaiman bin Abd Malik, pada Jumat, 11 Shafar 99 H.

Rekam jejaknya sebagai pemimpin yang adil tercatat dengan apik dalam sejarah. Namun, bagaimanakah kisah di balik pembaiatannya sebagai khalifah?

Putra dari Abd al-Aziz bin Marwan, Gubernur Mesir pada masa Dinasti Umayyah itu, dipilih bukan lantaran ia putra dari khalifah.

Keterpilihannya tak terlepas dari sepak terjang yang positif, bahkan ia menjadi teladan yang disegani pada masa itu. Ia mendapat penunjukan langsung lewat wasiat yang ditulis oleh Khalifah Dinasti Umayyah, Sulaiman bin Abd al-Malik.

Seorang ulama yang juga penasihat khalifah, Raja' bin Haiwah, mengisahkan bagaimana proses di balik penunjukan itu terjadi. Proses tersebut terjadi ketika Sulaiman tengah ditimpa sakit parah.

Sebelum memutuskan pilihannya kepada Umar bis Abd al-Aziz, ada beberapa nama yang muncul, yaitu Ayyub dan Dawud bin Sulaiman yang tak lain adalah putranya, serta Yazid bin Abd al-Malik. Bahkan, ia sempat menulis surat untuk Ayyub.

Sayang, Ayyub dinilai belum pantas lantaran usianya yang masih dianggap belum dewasa. Ketika itu ia sempat menulis wasiat, tetapi akhirnya dibatalkan. Sulaiman membakar surat tersebut.

Raja' memberikan nasihat agar ia mempertimbangkan secara matang tentang sosok penggantinya. "Di antara kebaikan seseorang yang mengalir ke kuburannya adalah bahwa dia mengangkat orang saleh sesudahnya," kata Raja'.

Sulaiman mempertimbangkan nasihat ulama tersebut. Setelah beristikharah, keduanya pun kembali berdiskusi. Nama Dawud diperbincangkan, tetapi kembali tidak masuk ke dalam opsi.

Sebab, ketika itu Dawud masih berada di Konstantinopel untuk sebuah misi. Tak ada yang tahu seperti apa kondisinya, termasuk sang ayah, Sulaiman. "Anda sendiri tidak tahu dia masih hidup atau sudah wafat," tutur Raja'.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement