REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Kisah Para Nabi dan Rasul mengutip Ibnu Majah tentang puasa Nabi Nuh AS. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Puasa Nuh adalah satu tahun penuh, kecuali hari Idul Fitri dan Idul Adha."
Dalam riwayat lainnya, Abu Qatadah dari Zaid bin Rabah Abu Faras, mendengar Abdullah bin Amr berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, 'Nuh berpuasa satu tahun penuh, kecuali hari Idul Fitri dan Idul Adha. Daud berpuasa setengah tahun. Ibrahim berpuasa tiga hari setiap bulan, berpuasa satu tahun dan berbuka satu tahun.'"
Menurut Ibnu Katsir, hadis di atas dicantumkan al-Haitsami dalam ath-Thabari. "Namun, saya belum mendapatkannya," kata Ibnu Katsir.
Leluhur Rasulullah SAW, Nabi Ibrahim AS, juga terkenal dengan kegemarannya berpuasa, terutama pada saat hendak menerima wahyu dari Allah. Kumpulan wahyu itu kemudian dijadikan satu yakni suhuf Ibrahim. Puasa yang menurut agama Ibrahim dilaksanakan pula oleh Nabi Ismail AS, putra beliau. Begitu pula, puasa Nabi Ibrahim AS diikuti oleh Nabi Ishaq, putra beliau dari pernikahannya dengan Sarah.
Leluhur Bani Israil, Nabi Ya'qub AS, terkenal sebagai orang tua dan rasul yang gemar berpuasa, terutama untuk keselamatan putra-putranya. Sementara, Nabi Yusuf AS berpuasa ketika berada dalam penjara bersama para terhukum lainnya. Kebiasaan berpuasa ini juga beliau terapkan ketika menjadi seorang pembesar Mesir, yakni sebagai menteri perekonomian negeri tersebut. "Karena aku khawatir apabila aku kenyang, nanti aku akan melupakan perut fakir miskin," ujar Nabi Yusuf.




