Selasa 15 Jul 2014 18:33 WIB

Umrah Disarankan Sekali Saat Ramadhan

Rep: Hilyatun Nishlah/ Red: Chairul Akhmad
Jamaah umrah di Kota Makkah, Arab Saudi.
Foto: AP Photo/Hasan Jamali
Jamaah umrah di Kota Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH — Ramadhan menjadi bulan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah. Tak ayal selama bulan ini banyak Muslim yang sengaja datang ke Tanah Suci untuk melaksanakan umrah, khususnya dalam 10 hari terakhir.

Namun, otoritas Arab Saudi menyarankan agar Muslim hanya melaksanakan umrah sekali saja selama bulan suci ini.

 

Wakil Menteri Haji Hussein al-Sharif mengatakan, keputusan tersebut diambil agar  memberi kesempatan kepada orang lain untuk melaksanakan ibadah umrah. Pasalnya, setiap awal dan 10 hari terakhir jumlah Muslim yang ingin beribadah membludak.

Padahal, kapasitas Masjidil Haram saat ini masih dibatasi menyusul renovasi yang belum selesai. “Kami mencoba untuk mengurangi jumlah jamaah untuk kepentingan mereka sendiri, khususnya dalam hal keselamatan. Terutama, sejak banyaknya jamaah tua dan masih anak-anak,” katanya, seperti dikutip Arab News, Ahad (13/7).

Ia mengungkapkan, upaya mengurangi jumlah jamaah hanya untuk sementara sampai proyek perluasan Masjidil Haram selesai. Rencananya pemugaran baru akan selesai pada 2016 mendatang.

Tak hanya pejabat tinggi di Kementerian Haji Kerajaan Arab Saudi saja, tapi juga para ulama, seperti Imam BesarAbdulaziz al-Asheikh, kepala komite ulama, mendukung pengurangan jamaah umrah pada Ramadhan. Termasuk, jamaah pada musim haji.

Sejumlah pakar hukum syariah juga mendukung langkah pemerintah. Menurut mereka, hal itu akan memberi keuntungan bagi pengunjung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Ibadah umrah dapat ditunaikan dalam waktu beberapa jam. Karena itu, selama Ramadhan tak sedikit yang melaksanakannya lebih dari satu kali. 

Salah satu prosesi umrah, yakni tawaf, dengan mengelilingi Baitullah tujuh kali putaran dimulai dari Hajar Aswad dan sai atau lari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara Buki Safa dan Marwah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement